Kripto RI Melejit: Institusi Masuk, Regulasi Menguat!
Chapnews – Ekonomi – Industri aset digital di Indonesia kini memasuki era baru yang lebih matang dan dinamis. Setelah bertahun-tahun didorong oleh pertumbuhan pesat pengguna ritel dan peningkatan kesadaran publik terhadap aset digital, sektor ini kini bertransformasi menuju fase yang ditandai oleh partisipasi institusional yang kian masif, penguatan kerangka regulasi, serta beragam inovasi yang menjembatani teknologi blockchain dengan sistem keuangan konvensional yang lebih luas.

Sebagai bukti geliat ini, platform investasi dan pertukaran aset kripto lokal, FLOQ, baru-baru ini mengumumkan perolehan pendanaan sebesar USD 11,3 juta, setara dengan sekitar Rp 202,8 miliar (dengan kurs Rp 17.943 per USD). Sejak didirikan pada Mei 2025, FLOQ telah menarik lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar, menunjukkan kepercayaan pasar yang kuat terhadap platform tersebut.
Yudhono Rawis, Founder & CEO FLOQ, menyatakan di Jakarta pada Kamis (25/6/2026) bahwa tahun pertama operasional mereka adalah "fase pembuktian." Ia menjelaskan, "Pembuktian bahwa kami mampu membangun platform yang dipercaya jutaan pengguna. Pembuktian bahwa pertumbuhan dapat dicapai tanpa mengorbankan tata kelola, kepatuhan, dan kepercayaan. Tetapi yang lebih penting, tahun pertama memberikan fondasi bagi apa yang ingin kami bangun ke depan."
Menurut Yudhono, pergeseran paradigma signifikan dalam industri aset digital saat ini adalah fokus yang beralih dari sekadar adopsi menuju integrasi penuh. Beberapa tahun lalu, diskusi industri masih berkisar pada edukasi dan upaya memperkenalkan aset digital kepada masyarakat luas. Namun, kini, cakupan pembicaraan telah meluas secara drastis, meliputi isu-isu krusial seperti tata kelola, perlindungan konsumen, pengembangan stablecoin, tokenisasi aset dunia nyata (Real World Assets/RWA), hingga bagaimana aset digital dapat menjadi komponen integral dari sistem keuangan masa depan.
"Pertanyaannya bukan lagi apakah aset digital akan menjadi bagian dari masa depan. Pertanyaannya adalah bagaimana kita membangun institusi, infrastruktur, dan ekosistem yang mampu mendukung masa depan tersebut secara bertanggung jawab," tegas Yudhono, menekankan pentingnya pendekatan yang terstruktur dan etis.
Dalam upaya membangun fondasi tersebut, FLOQ juga aktif berkolaborasi, termasuk dengan Ripple melalui peluncuran Ripple USD (RLUSD). Kehadiran stablecoin yang dikembangkan oleh Ripple ini menandakan semakin vitalnya peran stablecoin sebagai infrastruktur keuangan digital. Stablecoin ini berfungsi menjembatani efisiensi teknologi blockchain dengan kebutuhan praktis dunia nyata, seperti pembayaran lintas batas yang lebih cepat, manajemen likuiditas yang efektif, serta akses mudah terhadap aset berbasis dolar AS.
Ke depan, pertumbuhan industri aset digital di Indonesia akan sangat bergantung pada kemampuan seluruh pemangku kepentingan untuk menumbuhkan kepercayaan, mendorong inovasi berkelanjutan, dan menciptakan kolaborasi yang erat. Ini menunjukkan bahwa ekosistem kripto di Indonesia bergerak menuju fase yang lebih terintegrasi dan bertanggung jawab, siap menghadapi tantangan dan peluang di masa depan.


