Chapnews – Ekonomi – Pasar modal Indonesia menunjukkan ketahanan pada penutupan perdagangan Selasa, 13 Juli 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengakhiri sesi dengan penguatan tipis, naik 1,68 poin atau 0,03 persen, membawa indeks ke level 6.039. Meskipun kenaikan terbilang moderat, kinerja sejumlah saham berhasil mencatatkan lonjakan signifikan, menarik perhatian para investor di tengah dinamika bursa.
Data dari lantai bursa yang dihimpun chapnews.id menunjukkan aktivitas perdagangan yang cukup hidup. Sebanyak 439 saham berhasil melaju di zona hijau, sementara 217 saham harus terkoreksi, dan 309 saham lainnya tidak bergerak dari posisinya. Total nilai transaksi perdagangan hari itu mencapai Rp16,4 triliun, dengan volume perdagangan yang masif mencapai 27,9 miliar saham.

Sementara IHSG bergerak positif, beberapa indeks sektoral dan utama lainnya menunjukkan performa bervariasi. Indeks LQ45 tercatat melemah 0,58 persen ke level 598, dan IDX30 juga terkoreksi 0,57 persen ke 338. Di sisi lain, Indeks JII justru melonjak 2,24 persen ke 363. Indeks MNC36 terpantau stagnan di level 263, menunjukkan tidak adanya pergerakan signifikan.
Kinerja sektoral secara umum memberikan sinyal positif bagi pasar. Mayoritas sektor berhasil ditutup di zona hijau, meliputi energi, konsumer siklikal, bahan baku, industri, teknologi, properti, transportasi, kesehatan, konsumer non siklikal, dan infrastruktur. Hanya sektor keuangan yang menjadi satu-satunya sektor yang ditutup melemah pada perdagangan hari ini, menandakan adanya tekanan di segmen tersebut.
Fokus investor juga tertuju pada daftar saham-saham yang menjadi top gainers, mencetak keuntungan fantastis. PT Insight Investment Management memimpin dengan kenaikan mencapai 34,02 persen, mengakhiri perdagangan pada harga Rp130 per saham. Disusul oleh PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) yang melonjak 25 persen ke Rp260, serta PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) yang juga menguat 25 persen, ditutup pada harga Rp340 per saham. Kenaikan signifikan pada saham-saham ini menjadi bukti bahwa peluang cuan tetap terbuka di tengah pergerakan indeks yang cenderung stabil.


