Chapnews – Nasional – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, memberikan peringatan keras kepada siswa baru saat meninjau Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 2 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, pada Kamis (16/7). Dalam kesempatan tersebut, Mu’ti secara spesifik menyoroti bahaya kebiasaan "sleep call" dan penggunaan ponsel berlebihan menjelang tidur, menekankan pentingnya menjaga kesehatan otak demi masa depan yang gemilang.
Mu’ti menegaskan agar para pelajar tidak menjadikan ponsel sebagai teman tidur. "Taruh HP minimal satu meter dari tempat Anda tidur, jangan meniduri HP apalagi ditiduri HP. Sayangi otak Anda. Itu yang harus dilakukan untuk hidup yang gemilang," ujarnya di hadapan ratusan siswa baru, seperti dikutip dari chapnews.id.

Lebih lanjut, ia secara gamblang melarang praktik sleep call. "Kemudian, jangan sleep call. Jangan jadi manusia kelelawar. Karena itu, maka biasakan melakukan hal yang baik supaya kalian sukses," sambungnya. Menurut berbagai penelitian, termasuk yang dimuat dalam Indonesian Health Science Journal, sleep call—aktivitas menelepon hingga tertidur, baik melalui video maupun suara—terbukti dapat menurunkan kualitas tidur seseorang, yang berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental.
Tak hanya soal kebiasaan tidur, Mu’ti juga menyoroti pentingnya pengembangan jiwa sosial yang tinggi di tengah dominasi media sosial saat ini. Ia menekankan bahwa interaksi langsung dan empati merupakan fondasi penting bagi karakter siswa.
Dalam sambutannya, pria yang juga dikenal sebagai pimpinan PP Muhammadiyah itu mengucapkan selamat kepada para siswa yang telah berhasil terseleksi di SMAN 2 Praya. "Selamat kepada adik-adik semua yang telah masuk di SMAN 2 Praya ini. Selamat telah terpilih, terseleksi di SMAN 2 Praya. Selamat memasuki jenjang pendidikan ini. Karena pendidikan adalah salah satu kunci meraih kesuksesan," kata Mu’ti, memotivasi.
Ia mengingatkan bahwa perjalanan menuju kesuksesan bukanlah jalan yang mudah dan instan. "Banyak tokoh hebat, mereka tidak begitu saja menjadi tokoh yang hebat tetapi melalui proses yang sangat panjang. Tentu tidak semuanya mudah, tetapi banyak hal yang harus membuat kita bekerja keras. Tetapi itu semua ada jalannya," tegas Mu’ti, mendorong semangat juang.
Mu’ti juga berpesan agar siswa menanamkan tekad dan mental yang kuat, serta membangun rasa percaya diri. "Kalian tidak boleh rendah diri karena kalian orang desa, tidak boleh rendah diri karena bukan anak pejabat. Tetapi kalian harus percaya diri bahwa kalian adalah orang berprestasi," pungkasnya.
Kunjungan Mendikdasmen yang tiba pukul 11.45 Wita tersebut didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Samsul Hadi, serta Kepala Dikbud Lombok Tengah, Lalu Idham Khalid.


