Oleh: Anggie Ariesta
Selasa, 21 Juli 2026 | 15:53 WIB

Chapnews – Ekonomi – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia mencatatkan defisit signifikan sebesar Rp196,5 triliun pada paruh pertama tahun 2026. Meskipun demikian, Purbaya menegaskan bahwa kinerja fiskal negara tetap menunjukkan kekuatan yang solid, berperan sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi dan pelaksanaan agenda pembangunan nasional.
Angka defisit tersebut, yang setara dengan 0,76 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), terjadi lantaran total realisasi pendapatan negara belum mampu menutupi seluruh penyerapan belanja yang telah dilakukan pemerintah. Kondisi ini menjadi sorotan, namun pemerintah memastikan bahwa fundamental ekonomi tetap terjaga.
Dalam konferensi pers yang digelar di kantornya, Jakarta Pusat, pada Selasa (21/7/2026), Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, "Kinerja APBN hingga semester I 2026 tetap menunjukkan hasil yang kuat. APBN terus berperan sebagai motor pertumbuhan ekonomi dan agenda pelaksanaan agenda pembangunan nasional." Pernyataan ini disampaikan untuk meyakinkan publik bahwa meskipun ada defisit, fondasi ekonomi tetap terjaga dan APBN terus berfungsi optimal.
Hingga akhir Juni 2026, penerimaan negara berhasil terkumpul sebesar Rp1.459,4 triliun, menunjukkan pertumbuhan impresif sebesar 21,4 persen secara tahunan (year on year/yoy). Di sisi lain, belanja negara terealisasi mencapai Rp1.656 triliun, dengan kenaikan sebesar 17,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Rincian lebih lanjut menunjukkan bahwa dari total penerimaan negara senilai Rp1.459,4 triliun tersebut, sektor pajak menjadi kontributor terbesar dengan capaian Rp1.035,7 triliun, melonjak 24,6 persen. Kemudian, penerimaan dari sektor kepabeanan dan cukai mencapai Rp152 triliun, tumbuh 3,4 persen. Sementara itu, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga menunjukkan kinerja kuat dengan perolehan Rp271 triliun, meningkat 21,6 persen. Data ini menunjukkan resiliensi penerimaan negara di tengah tantangan global dan domestik.
(Foto: chapnews.id)


