Chapnews – Nasional – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Sufmi Dasco Ahmad, baru-baru ini mengadakan pertemuan penting dengan sejumlah tokoh dan pegiat antikorupsi, termasuk mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pertemuan yang berlangsung di ruang pimpinan Gedung Nusantara III, kompleks parlemen Senayan, Jakarta, pada Selasa (21/7) itu, fokus membahas langkah-langkah strategis dalam pemberantasan korupsi dan masukan terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset.
Momen diskusi serius namun konstruktif tersebut dibagikan Dasco melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, menarik perhatian publik terhadap komitmen parlemen dalam isu antikorupsi. Dalam unggahan tersebut, Dasco menyebutkan kehadiran tokoh-tokoh penting seperti Erry Riyana Hardjapamekas dan Chandra M. Hamzah, keduanya merupakan mantan pimpinan KPK yang disegani. Turut hadir pula jurnalis senior Bambang Harymurti, serta para pegiat antikorupsi terkemuka: Natalia Soebagjo, Meuthia Gani Rochman, Felia Salim, Metta Dharmasaputra, dan Arsil.

Menurut Dasco, diskusi tersebut menyentuh berbagai aspek, khususnya terkait strategi dan langkah-langkah pencegahan korupsi. Ia menekankan bahwa tujuan utama dari upaya ini adalah untuk "meningkatkan daya guna dan hasil guna terhadap upaya pemberantasan tindak pidana korupsi dan memberikan efek jera yang optimal." Selain itu, pertemuan juga menerima berbagai masukan berharga yang berkaitan dengan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset, sebuah inisiatif legislatif krusial yang saat ini sedang dalam pembahasan di DPR RI.
Menutup pertemuan, Dasco menyampaikan apresiasi tinggi atas kontribusi dan aspirasi yang telah disampaikan oleh para tokoh antikorupsi. "Saya mengucapkan terima kasih banyak atas masukan dan aspirasi yang disampaikan, bersama kita akan berikan yang terbaik untuk Indonesia," pungkasnya, menegaskan komitmen DPR untuk bekerja sama demi masa depan yang lebih baik dan bebas korupsi.

