Chapnews – Nasional – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah secara resmi melayangkan undangan kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk membuka secara langsung Muktamar ke-35 NU. Perhelatan akbar organisasi Islam terbesar di Indonesia ini dijadwalkan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada tanggal 27-31 Agustus mendatang. Dengan waktu yang kian menipis, panitia pelaksana terus memacu persiapan demi kelancaran acara yang dinanti-nantikan ini.
Sekretaris Jenderal PBNU sekaligus Ketua Panitia Pelaksana (Organizing Committee/OC) Muktamar NU, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, mengungkapkan bahwa persiapan telah memasuki tahap krusial. "PBNU terus melakukan persiapan yang waktunya tinggal 40 hari lagi. Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar dan diharapkan akan dibuka secara langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto. PBNU mengundang secara resmi untuk bisa membuka Muktamar NU yang ke-35 tersebut di Jombang," terang Gus Ipul saat ditemui di Kantor PWNU Jatim, Surabaya, Selasa (21/7).

Selain fokus pada kehadiran kepala negara, PBNU juga gencar melakukan konsolidasi dengan seluruh Pengurus Wilayah NU (PWNU) dan Pengurus Cabang NU (PCNU) se-Indonesia. Upaya ini bertujuan untuk memastikan seluruh pengurus daerah dapat berpartisipasi penuh sebagai peserta Muktamar sesuai hak konstitusional mereka. Gus Ipul secara khusus mengimbau agar PW dan PC yang belum melengkapi surat-surat atau dokumen yang diperlukan segera menuntaskan proses administrasi tersebut guna memperoleh Surat Keputusan (SK) dari PBNU.
Sebagai bentuk perhatian khusus, PBNU memberikan kebijakan istimewa bagi PWNU di seluruh wilayah tanah Papua. Tak hanya itu, pendampingan dan mitigasi juga diberikan kepada cabang dan wilayah yang masih mengalami kendala dalam melengkapi dokumen untuk penetapan SK. "PBNU memberikan kesempatan kepada PW dan PC agar semuanya mengikuti proses dan bisa menjadi peserta muktamar penuh," tambah Gus Ipul, yang juga menjabat sebagai Menteri Sosial. Ia turut menyebutkan bahwa tim dari jajaran Syuriah, di bawah kepemimpinan Prof. Mohammad Nuh, telah ditunjuk untuk menuntaskan seluruh SK PWNU dan PCNU yang masih tertunda.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul juga mengingatkan seluruh jajaran NU untuk selalu merujuk pada informasi resmi terkait Muktamar melalui kanal-kanal resmi milik PBNU. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap berita-berita palsu atau hoaks yang berpotensi menyesatkan. "Jangan mudah terperdaya, jangan mudah percaya dengan berita-berita hoaks, berita-berita yang mungkin tidak sesuai kenyataan. Ya, jadi kita ini harapan kita penting karena di luar sana banyak berita-berita yang kadang menyesatkan, berita-berita yang kadang bernuansa untuk menyesatkan. Nah, ini kita harapkan untuk diabaikan dan ikuti seluruh proses-proses resmi yang dilakukan oleh PBNU," tegasnya.
Di penghujung pernyataannya, Gus Ipul menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada PWNU Jawa Timur, seluruh PCNU se-Jawa Timur, serta Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas atas partisipasi dan kontribusi aktif mereka dalam menyukseskan Muktamar ke-35 NU yang akan datang.


