Ads - After Header

Mediasi Sopir Alphard & Satpam: Polisi Ungkap Kebenaran!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Kepolisian Republik Indonesia melalui Kapolsek Metro Menteng, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, secara tegas membantah adanya tindakan kekerasan atau pemukulan selama proses mediasi antara pengemudi mobil Toyota Alphard dan seorang satpam. Mediasi ini dilakukan menyusul insiden viral penerobosan lampu lalu lintas di pelican crossing depan Hotel Pullman, Jakarta Pusat.

Braiel mengklarifikasi informasi yang beredar luas di masyarakat, termasuk dugaan intimidasi terhadap satpam yang disebut-sebut diminta bersujud atau diancam kehilangan pekerjaan. "Kami masih terus mendalami informasi yang beredar. Namun, hingga saat ini, belum ada bukti konkret yang menunjukkan adanya pemukulan maupun tindakan kekerasan," ujar Braiel dalam keterangan resminya kepada chapnews.id pada Kamis (23/7).

Mediasi Sopir Alphard & Satpam: Polisi Ungkap Kebenaran!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Meskipun demikian, pihak kepolisian membuka pintu bagi siapa saja yang merasa dirugikan atau memiliki bukti valid terkait dugaan intimidasi dan kekerasan tersebut untuk segera membuat laporan. "Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau memiliki bukti lain, kami persilakan membuat laporan agar dapat kami proses sesuai ketentuan yang berlaku," tambahnya.

Di samping penyelidikan terkait dugaan kekerasan, Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya juga tengah melakukan pendalaman serius terkait dugaan pelanggaran lalu lintas yang dilakukan oleh pengemudi Alphard. Investigasi ini mencakup kemungkinan penggunaan pelat nomor kendaraan yang tidak sesuai standar, yang bisa berujung pada sanksi hukum.

Insiden yang memicu perhatian publik ini bermula dari sebuah video yang tersebar luas di media sosial, khususnya akun Instagram @jakpus24jam.id. Dalam rekaman tersebut, terlihat sebuah mobil Toyota Alphard nekat menerobos lampu lalu lintas di pelican crossing, padahal sejumlah pejalan kaki sedang menyeberang. Seorang satpam yang berada di lokasi kemudian berupaya menegur pengemudi.

Menurut keterangan Braiel, teguran dari satpam dilakukan dengan menggebrak kaca mobil. Tindakan ini, lanjutnya, diduga tidak diterima dengan baik oleh pengemudi, yang kemudian memicu cekcok mulut di lokasi kejadian.

Untuk menyelesaikan perselisihan tersebut, kedua belah pihak kemudian berinisiatif mendatangi pos polisi terdekat. Mediasi yang difasilitasi oleh Kapospol di Pospol Thamrin berhasil mencapai kesepakatan damai secara kekeluargaan. "Setelah selesai, pengendara mobil melanjutkan perjalanannya dan security kembali bekerja," pungkas Braiel, mengakhiri laporan mengenai penyelesaian insiden tersebut.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer