Chapnews – Nasional – Warga di Kabupaten Tanjungbalai, Sumatera Utara, menggeruduk rumah seorang guru perempuan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan suaminya pada Rabu (22/7) malam. Aksi massa ini dipicu oleh dugaan kasus pelecehan seksual, termasuk sodomi, terhadap seorang siswa SD yang masih duduk di bangku kelas V dan berstatus yatim piatu. Pasangan suami istri tersebut kini telah diamankan di Polres Tanjungbalai untuk menghindari kericuhan lebih lanjut.
Video penggerudukan ini viral di media sosial, memperlihatkan puluhan warga berkumpul di depan rumah sang guru. Tak lama kemudian, guru wanita yang mengenakan seragam ASN bersama suaminya digiring keluar rumah. Emosi warga yang memuncak terlihat dari beberapa pukulan yang dilayangkan kepada pasangan tersebut.

Menurut narasi video yang beredar, seperti dikutip dari chapnews.id/detikSumut, dugaan mengerikan menyebutkan bahwa "guru PNS diduga bawa murid laki-laki kepada suaminya untuk disodomi."
Kepala Lingkungan (Kepling) V Kelurahan Perjuangan, Kecamatan Teluk Nibung, Sadam Husein, membenarkan kejadian ini. "Benar, terjadi keramaian di sini terkait sepasang suami istri yang diduga melakukan asusila terhadap anak di bawah umur," ujar Sadam saat dihubungi.
Sadam menjelaskan bahwa kericuhan awal diduga berasal dari adu argumen yang kemudian menarik perhatian warga sekitar untuk berdatangan. Ia mengaku tidak mengetahui siapa yang mengkoordinasikan massa, namun menduga banyaknya warga yang datang karena informasi mengenai dugaan asusila ini telah lebih dulu viral di media sosial.
"Kami juga tidak mengerti kenapa bisa tiba-tiba masyarakat berbondong-bondong datang ke rumah itu. Tapi, menurut saya, mungkin karena informasinya sudah viral," tambahnya.
Saat ini, pasangan suami istri tersebut telah diserahkan kepada pihak kepolisian di Polres Tanjungbalai guna penyelidikan lebih lanjut dan untuk mengantisipasi potensi kericuhan yang lebih besar. Kasus ini menjadi sorotan publik dan diharapkan dapat segera terungkap kebenarannya demi keadilan bagi korban.


