Ads - After Header

Heboh! WNI Didiskriminasi di Event Lari Bali? Panitia Akui Bias

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Komunitas penyelenggara event lari di Canggu, Bali, yang menamakan diri Entourage, akhirnya buka suara menanggapi tudingan diskriminasi terhadap Warga Negara Indonesia (WNI). Tudingan ini mencuat setelah sejumlah WNI diduga ditolak berpartisipasi dalam acara mereka, memicu gelombang protes di media sosial dan sorotan publik.

Melalui akun Instagram resminya, Entourage menyampaikan penyesalan mendalam atas kekecewaan yang dirasakan banyak pihak. Mereka secara tegas membantah adanya niat untuk mendiskriminasi siapa pun, termasuk WNI, dan menyatakan tidak pernah bermaksud menyinggung atau melukai perasaan.

Heboh! WNI Didiskriminasi di Event Lari Bali? Panitia Akui Bias
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Entourage menjelaskan bahwa komunitas mereka didirikan untuk menjadi wadah bagi para digital nomad yang baru tiba di Bali, dengan tujuan utama menghubungkan mereka dalam berbagai aktivitas positif. Mereka menegaskan bahwa identitas digital nomad tidak dibatasi oleh kewarganegaraan, dan komunitas mereka sendiri beranggotakan individu dari beragam latar belakang, termasuk warga Indonesia.

Komunitas ini juga memaparkan bahwa tidak semua acara mereka memiliki aturan yang sama. Beberapa kegiatan bersifat terbuka dan gratis untuk umum, sementara yang lain memiliki persyaratan khusus sesuai dengan tujuan event, seperti acara yang dirancang spesifik untuk pekerja lepas digital atau lokakarya khusus wanita. Namun, sorotan tajam tertuju pada acara "Disco Silent Run" yang digelar pada Rabu (22/7), yang merupakan event berbayar pertama mereka dan menjadi pemicu kontroversi.

Entourage mengakui bahwa meskipun WNI merupakan mayoritas peserta, dengan persentase mencapai 25% dalam acara "Disco Silent Run", terjadi masalah teknis. Mereka menyebut adanya "bias" yang tidak disengaja dalam sistem persetujuan otomatis untuk grup WhatsApp dan pendaftaran acara, yang menyebabkan beberapa nomor telepon berawalan +62 atau pendaftar asal Indonesia ditolak secara keliru.

Menegaskan komitmen mereka untuk membangun komunitas yang inklusif dan berkontribusi positif bagi Bali, Entourage menyatakan telah berkolaborasi dengan pengusaha dan badan amal lokal. Sebagai bentuk pertanggungjawaban atas insiden ini, mereka memutuskan untuk menghentikan sementara semua acara dan kegiatan. "Kami bertanggung jawab penuh atas apa yang telah terjadi dan berjanji akan melakukan perubahan nyata ke depannya," tulis Entourage dalam pernyataan mereka.

Kontroversi ini bermula dari beredarnya tangkapan layar percakapan di media sosial yang menunjukkan dugaan seleksi peserta berdasarkan kewarganegaraan. Dalam tangkapan layar tersebut, seorang calon peserta yang mengaku WNI ditolak dengan alasan tidak dapat diberikan akses ke komunitas, sementara di tangkapan layar lain, seorang warga Jerman justru diterima. Hal ini sontak memicu kemarahan warganet dan dugaan kuat adanya praktik diskriminasi.

Anggota DPD RI asal Bali, Ni Luh Djelantik, menjadi salah satu tokoh yang melayangkan protes keras. Ia mendesak Imigrasi Bali dan Polda Bali untuk segera turun tangan mengusut dugaan diskriminasi ini, serta menyelidiki kemungkinan kegiatan tersebut tidak memiliki izin. Ni Luh juga menegaskan, "Dan kepada para WNA yang tidak menerima keanggotaan WNI, kalian melakukannya di Bali, ini adalah tanah air kami," melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, menegaskan kedaulatan Indonesia di tanahnya sendiri. Laporan resmi telah dilayangkan Ni Luh kepada pihak berwenang terkait dugaan diskriminasi dan potensi pelanggaran izin kegiatan.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer