Ads - After Header

Alphard Arogan Terobos Lampu Merah, Plat Diduga Palsu!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Pihak kepolisian membuka pintu bagi Victor Harefa, satpam proyek MRT, untuk melaporkan dugaan intimidasi dan kekerasan yang dialaminya pasca cekcok dengan pengemudi mobil Toyota Alphard. Insiden ini bermula saat pengemudi Alphard tersebut nekat menerobos lampu lalu lintas di depan Hotel Pullman, Jakarta Pusat, dan kini terkuak dugaan penggunaan plat nomor palsu pada kendaraan mewah itu.

Meskipun sempat dimediasi di pos polisi Thamrin dan kedua belah pihak disebut telah sepakat berdamai, muncul dugaan bahwa Victor mengalami intimidasi dan kekerasan selama proses tersebut. Kapolsek Metro Menteng, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, menegaskan bahwa meski mediasi awal menghasilkan kesepakatan damai, kepolisian tetap mempersilakan Victor untuk mengajukan laporan resmi jika merasa dirugikan atau tidak puas.

Alphard Arogan Terobos Lampu Merah, Plat Diduga Palsu!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Saya sampaikan bahwa apabila yang bersangkutan merasa tidak terima atau kurang pas dengan pihak pengemudi mobil, kami persilakan untuk membuat laporan," kata Braiel kepada wartawan, Jumat (24/7). Braiel menjamin bahwa setiap laporan yang masuk akan ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Namun, Braiel juga mengklaim bahwa sejauh ini pihaknya belum menemukan bukti adanya tindakan kekerasan atau intimidasi selama proses mediasi di pospol Thamrin. "Jadi kalau ini kami masih mengklarifikasi yang bersangkutan bagaimana prosesnya pada saat itu seperti apa riilnya. Tapi yang jelas untuk proses pada saat itu tidak ada dilakukan atau kekerasan yang dialami oleh yang bersangkutan. Tidak ada pemukulan atau tindakan kekerasan, tidak ada," tutur Braiel.

Insiden yang memicu perdebatan ini terekam dalam sebuah video yang viral di media sosial. Terlihat jelas sebuah mobil Toyota Alphard menerobos lampu merah di pelican crossing, tepat di depan Hotel Pullman, Jakarta Pusat, saat sejumlah pejalan kaki sedang menyeberang. Victor, satpam yang bertugas, berupaya menegur pengemudi Alphard tersebut. Namun, teguran itu justru memicu adu mulut dan ketidakpuasan dari pihak pengemudi.

"Kemudian satpam menegur pengendara dengan menggebrak kaca mobil. Pengendara mobil tidak terima dengan tindakan security tersebut dan terjadi cekcok mulut," jelas Braiel, yang kemudian menyebut kedua belah pihak sepakat berdamai setelah mediasi di pos polisi.

Yang menambah kerumitan kasus ini adalah dugaan bahwa mobil Toyota Alphard hitam dengan nomor polisi D 1828 XHQ tersebut menggunakan plat nomor palsu atau tidak sesuai peruntukannya. Hasil penelusuran chapnews.id pada fitur Layanan Samsat Bapenda Jabar menunjukkan bahwa plat nomor tersebut seharusnya terdaftar untuk kendaraan merek Daihatsu berwarna silver metalik, bukan Toyota Alphard.

Menanggapi temuan ini, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Ojo Ruslani, menyatakan pihaknya akan memanggil baik pengemudi Alphard maupun Victor Harefa untuk dimintai keterangan lebih lanjut dan melakukan konfrontasi. "Saya akan melakukan panggilan klarifikasi kepada pemilik Alphard. Kemudian panggilan klarifikasi kepada sekuriti yang terlibat cekcok dengan sopir Alphard. Setelah itu kita akan konfrontir di Subdit Gakkum," tegas Ojo. Kasus ini kini menjadi sorotan publik, menanti kejelasan dari pihak berwajib.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer