Rote Ndao Jadi Kunci Swasembada Garam RI: Proyek Ngebut!
Chapnews – Ekonomi – Pemerintah Indonesia menunjukkan komitmen kuat dengan mengakselerasi pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. Inisiatif ini merupakan proyek strategis vital dalam mencapai target ambisius swasembada garam nasional. Belum lama ini, kemajuan proyek tersebut menjadi sorotan utama saat Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, bersama Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, serta Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, melakukan peninjauan langsung ke lokasi.

Kunjungan kerja ini bertujuan untuk memastikan bahwa pengembangan kawasan pergaraman terpadu berjalan sesuai koridor rencana, sekaligus mengoptimalkan potensi peningkatan kapasitas produksi garam domestik dan memperkokoh ketahanan pangan negara. Sejumlah tokoh penting lainnya juga turut serta dalam rombongan, antara lain Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Ahmad Yohan, Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena, Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, Direktur Utama PT Garam Abraham Mose, serta jajaran direksi PT Nindya Karya (Persero), Firmansyah (Direktur Utama) dan Fatchurrohman (Direktur Operasi I).
Sebagai tulang punggung pelaksana proyek, PT Nindya Karya (Persero) terus menggenjot pembangunan infrastruktur krusial di kawasan pergaraman terpadu ini. Proyek ini secara spesifik dirancang untuk mendongkrak kapasitas produksi garam domestik secara signifikan, menekan angka ketergantungan terhadap impor, dan pada akhirnya, memperkuat seluruh rantai pasok industri garam di Indonesia.
Menko Pangan Zulkifli Hasan secara tegas menyatakan bahwa K-SIGN bukan sekadar proyek infrastruktur semata. Lebih dari itu, ia berharap pembangunan ini tidak hanya akan mewujudkan target swasembada garam, tetapi juga secara signifikan memberikan dampak positif dan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat di Rote Ndao dan Provinsi Nusa Tenggara Timur.

