Chapnews – Ekonomi – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengambil langkah strategis dengan membatasi tingkat bunga simpanan atau deposito yang diberikan oleh Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan kepada perbankan. Kebijakan ini bertujuan utama untuk memangkas suku bunga kredit perbankan dan mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya pada semester kedua tahun 2026.
SMV merupakan lembaga keuangan khusus yang bertugas mengelola pembiayaan strategis dan pembangunan di luar fungsi fiskal rutin negara. Beberapa entitas yang termasuk dalam kategori ini antara lain PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII), Pusat Investasi Pemerintah (PIP), Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), dan PT Sarana Multigriya Finansial (SMF).

Nantinya, patokan bunga deposito dari entitas SMV tersebut akan diselaraskan dengan batas maksimum simpanan pemerintah, yaitu sebesar 80 persen dari suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate). Purbaya menjelaskan, pembatasan ini akan membuat bunga yang diminta SMV saat menempatkan dananya di bank sama dengan standar pemerintah.
"Saya akan batasin level bunga yang diminta adalah sama dengan pemerintah kalau kita (pemerintah) taruh uang di perbankan, yaitu 80 persen dari BI rate," tegas Purbaya dalam sebuah media briefing di kantornya, Rabu (5/8/2026).
Pengetatan bunga simpanan ini diharapkan dapat mempercepat laju pertumbuhan ekonomi. Dengan bunga deposito SMV yang lebih rendah, perbankan diharapkan memiliki ruang untuk menurunkan suku bunga kredit, sehingga dapat menstimulasi aktivitas pinjaman dan investasi di masyarakat.
Purbaya berharap ketetapan ini dapat diimplementasikan sepenuhnya dalam waktu dekat. "Saya expect lah, minggu depan semuanya udah jalan. Karena dia mesti ngatur suratnya segala macam, minta pembatalan deposito segala macam untuk bunga yang lebih rendah. Saya harapkan minggu depan semuanya udah jalan," imbuhnya, menunjukkan optimisme terhadap penerapan kebijakan tersebut pada pekan depan. Langkah ini menjadi salah satu upaya pemerintah untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tengah tantangan global.


