Chapnews – Ekonomi – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan tegas membantah rumor yang beredar luas mengenai gaji manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang disebut-sebut mencapai Rp16 juta per bulan. Purbaya menegaskan bahwa angka tersebut tidak benar dan jauh dari skema penggajian yang sedang dibahas pemerintah.
Dalam media briefing di kantornya pada Rabu (5/8/2026), Purbaya menjelaskan bahwa besaran gaji yang realistis untuk manajer Kopdes adalah setara dengan Upah Minimum Provinsi (UMP), bahkan mungkin sedikit di bawahnya. "Kalau 16 juta pasti salah, kegedean kayaknya. Saya dengar UMP, lebih sedikit saja masih ketinggian, tapi saya tidak tahu angka yang terakhir berapa, tapi tidak sampai segitulah," ujarnya, dikutip dari chapnews.id.

Bendahara negara itu menekankan bahwa pemerintah belum menetapkan angka final untuk gaji manajer KDMP. Proses pembahasan masih berlangsung, dan keputusan resmi akan diumumkan setelah seluruh aspek diselesaikan. "Nanti kan belum putus (besaran gaji manajer Kopdes), nanti begitu putus, begitu selesai baru kita lihat, tapi sudah kita tentukan," jelasnya.
Purbaya juga menegaskan komitmen pemerintah untuk tidak menyetujui skema penggajian yang dinilai terlalu tinggi dan membebani anggaran. Oleh karena itu, isu mengenai gaji manajer KDMP yang mencapai belasan juta rupiah per bulan dipastikan tidak akan disetujui. "Jadi kita belum lihat angkanya, tapi tidak sampai segitu pasti. Kalau segitu ya kita tidak setujuin saja, selesai. Tadi UMP katanya UMP ya, sementara itu, tapi saya belum lihat angkanya, saya tunggu nanti seperti apa," tambahnya.
Rumor mengenai gaji fantastis ini bermula dari beredarnya sebuah slip gaji di media sosial yang diduga milik seorang manajer Kopdes. Dalam slip tersebut, tercantum total gaji sebesar Rp16,250 juta per bulan yang dikabarkan akan ditanggung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) selama dua tahun. Purbaya memastikan informasi tersebut tidak akurat dan meminta masyarakat untuk menunggu pengumuman resmi dari pemerintah.


