Chapnews – Nasional – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bergerak cepat menyikapi insiden kebakaran yang melanda Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) pada Jumat malam. Untuk memastikan roda pemerintahan tetap berjalan tanpa hambatan, skema bekerja dari rumah (WFH) secara bergantian akan diterapkan bagi sekitar 1.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berkantor di gedung tersebut. Pemprov DKI menegaskan, meskipun terjadi musibah, pelayanan publik kepada masyarakat dipastikan tidak akan terganggu.
Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Bayu Meghantara, menjelaskan bahwa pengaturan kerja sementara ini dirancang untuk meminimalisir dampak kebakaran dan menjaga produktivitas. "Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan pengaturan kerja sementara melalui skema bekerja dari rumah (WFH) secara bergantian, berkantor di kantor suku dinas wilayah kota, maupun memanfaatkan gedung milik Pemprov DKI Jakarta lainnya," ujar Bayu dalam keterangannya, Sabtu (8/8).

Ribuan ASN yang terdampak berasal dari berbagai perangkat daerah strategis yang berkantor di Gedung Dinas Teknis Abdul Muis, lokasi kebakaran. Mereka meliputi personel dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) itu sendiri, Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD), Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Dinas Perhubungan, Bank DKI, hingga Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda).
Pihak Pemprov DKI Jakarta menjamin bahwa seluruh aktivitas pemerintahan dan pelayanan publik akan tetap berjalan normal. Terutama untuk layanan perpajakan, kekhawatiran akan hilangnya data ditepis. Seluruh data perpajakan DKI Jakarta telah terdigitalisasi secara komprehensif dan memiliki sistem pencadangan (backup) pada server serta pusat data yang berlokasi terpisah dari Gedung Abdul Muis. Hal ini memastikan kelangsungan layanan perpajakan tanpa hambatan.
Demikian pula dengan data aset daerah yang dikelola oleh BPAD. Seluruh informasi dan server vital berada di pusat data yang terpisah, sehingga tidak sedikit pun terdampak oleh insiden kebakaran yang terjadi.
Insiden kebakaran yang mengejutkan tersebut terjadi pada Jumat malam, sekitar pukul 21.30 WIB. Berdasarkan informasi awal, titik api diduga bermula dari lantai 11 dan dengan cepat merambat hingga ke lantai 16 gedung. Tim pemadam kebakaran segera diterjunkan untuk memadamkan api dan melakukan upaya penyelamatan.
Dalam penanganan darurat, satu orang pekerja yang sempat terjebak di lantai 15 berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Korban kemudian segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Pemprov DKI terus memantau kondisi gedung dan akan mengambil langkah-langkah pemulihan secepatnya.


