Chapnews – Ekonomi – JAKARTA – Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, baru-baru ini melontarkan peringatan penting bagi para pemimpin organisasi di Indonesia. Ia menyoroti krusialnya integritas dan kesehatan mental seorang pemimpin sebagai fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan kinerja organisasi, terutama di tengah gempuran tekanan target bisnis yang seringkali mengabaikan aspek kemanusiaan.
Menurut Arif, godaan untuk sekadar mengejar angka dan indikator kinerja dapat berujung pada hilangnya energi serta makna sejati dalam menjalankan kepemimpinan. "Penguatan fundamental organisasi harus bermula dari kualitas pribadi pemimpinnya," tegas Arif, mengingatkan bahwa pencapaian tidak boleh hanya menjadi deretan statistik semata. Ia menambahkan, "Pemimpin sejati wajib memastikan setiap keberhasilan bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan refleksi dari tanggung jawab dan prinsip luhur yang dipegang teguh. Jangan sampai kita terbuai mengejar target, namun justru kehilangan esensi atau jiwa kepemimpinan itu sendiri."

Arif lebih lanjut menguraikan bahwa keberlanjutan kinerja sebuah organisasi sangat bergantung pada keselarasan antara pencapaian target dengan nilai-nilai inti yang dianut. "Kinerja yang lestari lahir dari jiwa yang hidup," ujarnya. Ia menjelaskan, target memang memberikan arah yang jelas, dan ukuran kinerja membantu menjaga disiplin, namun yang paling fundamental adalah "jiwa yang dimaknai dengan benar akan menjadi motor penggerak hati ribuan manusia di belakang Anda." Pesan ini menegaskan pentingnya keseimbangan antara ambisi bisnis dan nilai-nilai kemanusiaan demi masa depan organisasi yang kokoh dan bermakna.


