Chapnews – Ekonomi – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan kabar positif terkait kinerja penerimaan pajak negara. Hingga akhir Juli 2026, realisasi penerimaan pajak mencatat pertumbuhan signifikan di atas 23 persen, sebuah capaian yang dinilai masih dalam koridor aman untuk mencapai target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.
Purbaya mengungkapkan optimisme ini usai pertemuannya dengan Menteri ESDM pada Selasa (11/8/2026). "Pak Bimo (Dirjen Pajak) lapor kemarin, dia bawa angka akhir minggu lalu kira-kira gitu. Jadi masih relatif aman, 23 persen lebih masih pertumbuhannya," ujar Purbaya, mengutip laporan dari Direktur Jenderal Pajak. Pernyataan ini memberikan gambaran awal mengenai performa fiskal yang solid di tengah dinamika ekonomi.

Meskipun laporan resmi realisasi APBN untuk periode Juli 2026 belum dirilis secara publik oleh Kementerian Keuangan, estimasi awal menunjukkan bahwa akumulasi penerimaan pajak dari Januari hingga Juli 2026 diperkirakan mencapai sekitar Rp1.217,7 triliun. Angka ini didapatkan dari kalkulasi pertumbuhan 23 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) yang diungkapkan oleh Menkeu.
Dengan estimasi tersebut, penerimaan pajak telah berhasil melampaui separuh dari target APBN 2026 yang dipatok sebesar Rp2.357,7 triliun. Ini berarti, sekitar 51,6 persen dari total target sepanjang tahun telah tercapai dalam tujuh bulan pertama, menunjukkan progres yang kuat dalam pengumpulan pendapatan negara.
Kendati demikian, Purbaya juga mencatat adanya sedikit perlambatan dalam laju pertumbuhan penerimaan pajak pada akhir Juli 2026 ini. Angka pertumbuhan 23 persen tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan dengan posisi bulan sebelumnya, di mana pertumbuhan sempat mencapai 24,6 persen. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa kondisi secara keseluruhan masih terkendali dan target APBN tetap dalam jangkauan. chapnews.id akan terus memantau perkembangan lebih lanjut mengenai laporan resmi realisasi APBN.

