Ads - After Header

Dirjen Imigrasi Pimpin Operasi Bali: 5 WNA Diciduk!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Jakarta – Dalam sebuah operasi pengawasan ketat yang digelar di kawasan Canggu, Kabupaten Badung, Bali, pada Kamis (27/8) malam, lima warga negara asing (WNA) berhasil diciduk oleh petugas Imigrasi. Operasi yang diberi nama Dharma Dewata ini tidak hanya melibatkan personel lapangan, melainkan juga dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko.

Hendarsam Marantoko menegaskan bahwa kehadirannya di lapangan bertujuan untuk memastikan seluruh proses pengawasan berjalan profesional, transparan, humanis, namun tetap tegas sesuai koridor hukum yang berlaku. "Langkah ini merupakan strategi vital untuk menjaga kedaulatan negara sekaligus menciptakan atmosfer pariwisata yang aman dan nyaman bagi semua pihak," ujar Hendarsam melalui keterangan pers yang diterima chapnews.id, Jumat (28/8).

Dirjen Imigrasi Pimpin Operasi Bali: 5 WNA Diciduk!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Ia menambahkan, fokus pengawasan Imigrasi mencakup tindak lanjut terhadap pelanggaran izin tinggal, gangguan ketertiban umum, hingga potensi kejahatan lintas negara. Hasil penyisiran tim di lapangan mengungkap lima WNA terindikasi kuat melakukan pelanggaran izin tinggal atau overstay. Selain itu, satu WNA pemegang izin tinggal terbatas (ITAS) juga turut diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Para WNA yang terjaring operasi kali ini berasal dari berbagai negara, yakni 1 WN Amerika Serikat, 2 WN Inggris, 1 WN Nigeria, 1 WN Uganda, dan 1 WN India. Mereka kini telah digelandang ke Kantor Imigrasi Ngurah Rai guna menjalani proses pemeriksaan mendalam.

Satgas Dharma Dewata: Pengawasan Terintegrasi di Pulau Dewata

Pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Patroli Dharma Dewata sendiri telah diresmikan pada pertengahan April lalu. Inisiatif Direktorat Jenderal Imigrasi ini bertujuan mengintensifkan pengawasan serta deteksi dini terhadap berbagai potensi pelanggaran keimigrasian di seluruh wilayah Bali. Satgas Dharma Dewata bekerja secara terintegrasi dengan Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) dan berbagai instansi penegak hukum terkait. Dukungan Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA) juga dimanfaatkan untuk mengedukasi pengelola akomodasi dan memvalidasi data keberadaan WNA secara akurat.

Operasi Dharma Dewata telah berlangsung dalam beberapa periode. Tahap pertama, yang digelar antara 17 hingga 30 Juli, melibatkan 104 personel Imigrasi dari kantor wilayah, kantor imigrasi, dan rumah detensi imigrasi di Bali. Tim ini juga diperkuat oleh unsur TNI, Polri, Satpol PP, dan Pecalang. Dengan dukungan 20 unit kendaraan patroli (10 mobil dan 10 motor), tim menyisir kawasan-kawasan rawan seperti Canggu, Ubud, Singaraja, Tabanan, hingga Nusa Penida.

Pada periode ini, total 62 WNA dengan berbagai masalah keimigrasian berhasil ditindak. Selain itu, sosialisasi APOA telah menjangkau 50 pengelola penginapan, dan indikator rasa aman masyarakat serta wisatawan dilaporkan meningkat hingga 80 persen.

Melanjutkan kesuksesan tersebut, periode kedua operasi digelar dari 15 Juli hingga 16 Agustus. Pada tahap ini, jumlah WNA yang diamankan mencapai 66 orang. Data rekapitulasi penindakan menunjukkan dominasi pelanggaran berupa gangguan ketertiban umum atau tidak melapor (22 kasus), diikuti penyalahgunaan izin tinggal (20 kasus), dan overstay (17 kasus). Selain itu, terdapat dua kasus dokumen perjalanan tidak sah serta dua kasus pelanggaran Pasal 123 UU Keimigrasian dan ketentuan lainnya.

WNA yang diamankan pada periode kedua didominasi dari Pakistan (12 orang), disusul oleh Rusia (10 orang), Algeria (4 orang), Inggris (4 orang), serta Nigeria, India, Prancis, Jerman, Tanzania, dan Iran (masing-masing tiga orang). Tindak lanjut terhadap para WNA ini bervariasi: 21 orang ditempatkan di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim), 13 orang telah dideportasi, 41 orang masih dalam proses pemeriksaan (BAP/STP), satu orang menyelesaikan denda mandiri, dan tiga orang diselesaikan administrasi kewarganegaraannya karena meninggal dunia. Imigrasi berkomitmen untuk terus menggelar operasi serupa demi menjaga ketertiban dan kedaulatan negara.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer