Ads - After Header

Kemarau Mencekam! 3 Orangutan Kalbar Diselamatkan

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat berhasil mengevakuasi dan memindahkan tiga individu orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) di Kabupaten Ketapang. Upaya translokasi ini krusial untuk menjamin keselamatan satwa-satwa endemik tersebut dari dampak ekstrem puncak musim kemarau serta meminimalisir risiko gangguan habitat yang semakin meningkat.

Tim gabungan yang terdiri dari BKSDA Kalimantan Barat, Balai Taman Nasional Gunung Palung (TNGP), dan Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) melangsungkan operasi penyelamatan ini di Desa Tanjung Pura, Kecamatan Muara Pawan. Langkah ini diambil menyusul pergerakan orangutan yang semakin mendekati area permukiman dan perkebunan warga, sebuah indikasi nyata dari tekanan lingkungan akibat musim kemarau panjang.

Kemarau Mencekam! 3 Orangutan Kalbar Diselamatkan
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Kepala BKSDA Kalimantan Barat, Murlan Dameria Pane, menjelaskan bahwa dinamika kondisi alam selama musim kemarau di sekitar koridor habitat orangutan telah mendorong satwa-satwa ini mencari sumber pakan dan air di luar wilayah konservasi. "Langkah evakuasi ini merupakan bentuk komitmen penanganan cepat di lapangan. Kami memastikan satwa mendapatkan perlindungan optimal di habitat alam yang luas, aman, dan memiliki ketersediaan pakan melimpah," tegas Murlan dalam keterangan tertulisnya, Kamis (27/8).

Tiga orangutan yang berhasil diselamatkan adalah satu induk betina bernama Mamak Yuni (diperkirakan berusia 18 tahun), satu anak jantan bernama Pura (berusia sekitar 8-10 bulan), dan satu individu remaja betina bernama Yuni (sekitar 8 tahun). Sebelum dipindahkan, tim dokter hewan dari YIARI melakukan pemeriksaan medis menyeluruh. Hasilnya, ketiga orangutan dinyatakan dalam kondisi sehat, menunjukkan sifat liar yang alami, dan sangat siap untuk kembali hidup bebas di kawasan konservasi.

Setelah melalui perjalanan terpadu via jalur darat dan sungai, ketiga orangutan tersebut akhirnya dilepasliarkan di kawasan Taman Nasional Gunung Palung, tepatnya di Sektor Batu Barat, pada Jumat malam (21/8) pukul 20.30 WIB.

Tidak hanya di Ketapang, BKSDA Kalimantan Barat juga menindaklanjuti laporan warga Desa Pemangkat, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara. Laporan pada Kamis (20/8) menyebutkan adanya satu individu orangutan yang melintas di sekitar perkebunan warga. Petugas BKSDA Kalbar segera menerjunkan tim untuk melakukan verifikasi spasial dan memberikan pendampingan kepada pemilik kebun. Saat ini, BKSDA Kalbar tengah menyusun rencana penanganan lanjutan secara terukur untuk memindahkan orangutan tersebut ke kawasan hutan terdekat.

KLHK terus mengimbau masyarakat untuk menjaga ketenangan dan mengedepankan koordinasi serta pelaporan berkala melalui pusat panggilan BKSDA setempat apabila menemukan satwa liar yang melintas di sekitar lingkungan permukiman. Hal ini penting demi menjaga keselamatan warga sekaligus kelestarian keanekaragaman hayati Indonesia.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer