Chapnews – Ekonomi – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) semakin gencar memperkuat penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan penekanan khusus: rumah subsidi harus segera ditempati. Langkah ini diambil untuk meningkatkan kualitas dan keterhunian hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), seperti yang terlihat dari tingginya angka keterhunian di Provinsi Jambi.
Direktur Consumer Banking BTN, Hirwandi Gafar, menjelaskan bahwa fungsi rumah jauh melampaui sekadar bangunan fisik. "Rumah adalah pusat interaksi keluarga, tempat anak-anak tumbuh dan membentuk karakter. Oleh karena itu, setelah akad kredit, kami sangat mendorong para debitur untuk segera menghuni dan merawat rumahnya dengan baik," ujar Hirwandi dalam keterangan yang diterima chapnews.id baru-baru ini. Ia menambahkan bahwa rumah harus memberikan kenyamanan, keamanan, dan kesehatan bagi penghuninya.

Hirwandi juga menyoroti tantangan dalam mengatasi backlog perumahan, yaitu bagaimana mempertemukan data kebutuhan masyarakat dengan ketersediaan lahan dan pasokan hunian yang strategis. Untuk itu, BTN terus mendorong sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan pengembang agar pembangunan rumah subsidi semakin sesuai dengan kebutuhan riil MBR.
Berbagai kebijakan pemerintah telah menjadi tulang punggung perluasan akses MBR terhadap hunian layak. Ini termasuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) FLPP dengan suku bunga tetap 5% sepanjang tenor, Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) sebesar Rp4 juta, Kredit Program Perumahan (KPP), serta beragam insentif pajak seperti PPN, BPHTB, dan PBG.
Provinsi Jambi menjadi contoh keberhasilan dengan tingkat keterhunian rumah FLPP yang mencapai 95,07%, melampaui rata-rata nasional sebesar 94,02% berdasarkan data BP Tapera. Kawasan perumahan Grand Citra Asri Pudak bahkan menjadi salah satu lokasi yang secara aktif dipantau oleh BP Tapera bersama BTN Kantor Cabang Jambi pada Agustus 2026, menunjukkan komitmen terhadap pemanfaatan hunian.
Menanggapi hal ini, Wali Kota Jambi Maulana menegaskan bahwa kebutuhan hunian akan terus meningkat seiring pertumbuhan kota dan urbanisasi. "Kami berkomitmen penuh untuk membangun fasilitas dasar yang memadai, yaitu pendidikan, kesehatan, dan akses air bersih. Tiga hal ini adalah prioritas utama kami," ujar Maulana, menggarisbawahi pentingnya infrastruktur pendukung bagi permukiman baru. Komitmen ini diharapkan dapat semakin mendorong kualitas hidup penghuni rumah subsidi di Jambi.


