Chapnews – Ekonomi – Para nelayan tradisional di pesisir selatan Cilacap, Jawa Tengah, kini bisa melaut dengan senyum lebar dan keyakinan tinggi. Berkat sentuhan teknologi kecerdasan buatan (AI) bernama Iwak, yang dikembangkan oleh startup MetaSeaco dari program Pertamuda Pertamina, aktivitas melaut yang sebelumnya penuh ketidakpastian kini berubah menjadi ladang keuntungan yang menjanjikan. Inovasi revolusioner ini tidak hanya memangkas biaya operasional, tetapi juga berhasil mendongkrak pendapatan nelayan hingga 68%.
Selama ini, setiap pelayaran bagi nelayan tradisional adalah sebuah pertaruhan besar. Pengeluaran untuk bahan bakar, waktu, dan tenaga seringkali terbuang percuma akibat hasil tangkapan yang minim, bahkan nihil. Data dari MetaSeaco sendiri mencatat, sekitar 41 persen dari 6.806 perjalanan melaut di wilayah Cilacap Selatan berakhir dengan kerugian. Kondisi inilah yang memicu MetaSeaco untuk menghadirkan solusi cerdas.

Iwak, sebuah platform canggih yang memadukan AI dengan data satelit, dirancang khusus untuk menjadi "pawang laut" digital bagi para nelayan. Teknologi ini memberikan panduan akurat mengenai kapan waktu terbaik untuk melaut, jenis ikan apa yang menjadi target potensial, hingga titik koordinat lokasi penangkapan yang paling menjanjikan. "Dari rumah, nelayan sudah bisa mengetahui apakah hari itu sebaiknya melaut atau tidak. Jika melaut, teknologi ini juga memberikan rekomendasi titik koordinat dan waktu terbaik untuk menangkap ikan," jelas Catur Prasetyo Nugroho, CEO MetaSeaco.
Sejak diimplementasikan pada 15 perahu nelayan di Cilacap, dampak positif Iwak sangat terasa. Biaya operasional yang sebelumnya menjadi beban berat, kini dapat ditekan hingga 23 persen. Lebih menggembirakan lagi, pendapatan rata-rata nelayan melonjak tajam sebesar 68 persen. Angka perjalanan melaut yang merugi pun berhasil ditekan drastis, dari 41 persen menjadi sekitar 30 persen.
Keakuratan prediksi Iwak juga patut diacungi jempol. Untuk ikan tenggiri batang, akurasinya mencapai 91 persen, ikan bawal putih 85 persen, dan ikan layur 70 persen. Bahkan, dalam salah satu kisah sukses, seorang nelayan yang mengikuti rekomendasi koordinat dengan skor prediksi tinggi dari Iwak mampu meraup pendapatan fantastis sekitar Rp 3 juta dalam sekali melaut.
Inovasi Iwak bukan sekadar alat, melainkan sebuah lompatan besar bagi nelayan tradisional. Dengan data dan AI, mereka kini memiliki "pawang laut" digital yang mengubah ketidakpastian menjadi peluang emas, memastikan setiap pelayaran membawa hasil yang lebih baik dan masa depan yang lebih cerah bagi para pahlawan pangan laut Indonesia. Ikuti terus perkembangan berita ekonomi terkini melalui kanal WhatsApp chapnews.id untuk update setiap hari.


