Ads - After Header

Terkuak! Polda Metro Tegas: Ormas Tak Terlibat Pengamanan Demo 27 Agustus!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Polda Metro Jaya secara lugas menegaskan bahwa pihaknya tidak melibatkan organisasi kemasyarakatan (ormas) dalam upaya pengamanan demonstrasi yang terjadi pada 27 Agustus lalu. Klarifikasi ini disampaikan oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menanggapi berbagai spekulasi yang beredar di publik.

Menurut Kombes Budi, bantuan pengamanan hanya dimohonkan dari instansi resmi, yakni Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui Kodam Jaya dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. "Saya sampaikan ya, Polda Metro Jaya mengajukan permohonan TNI kepada Kodam Jaya, kepada Pemprov DKI melalui Dinkes, Dishub, Satpol PP, serta kita mengajukan Pamdal DPR," jelas Budi kepada awak media di Polda Metro Jaya, Rabu (2/9).

Terkuak! Polda Metro Tegas: Ormas Tak Terlibat Pengamanan Demo 27 Agustus!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Menyikapi isu keterlibatan ormas, Kombes Budi turut menguraikan ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan. Ia menegaskan, meskipun ormas memiliki peran dalam upaya pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), kewenangan tersebut tidak boleh melampaui batas yang dimiliki oleh kepolisian. Regulasi tersebut secara gamblang juga memuat batasan, larangan, hingga sanksi hukum baik administratif maupun pidana bagi ormas yang tidak mematuhinya.

Pernyataan resmi dari Polda Metro Jaya ini muncul menyusul ramainya perbincangan publik terkait keberadaan tokoh Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya, Hercules, di tengah kericuhan yang terjadi pada malam hari pasca-demonstrasi 27 Agustus di sekitar Gedung DPR RI.

Menanggapi hal tersebut, Divisi Hukum GRIB Jaya, Wilson Colling, telah mengonfirmasi kehadiran Hercules di lokasi. Namun, ia menekankan pentingnya memahami konteks situasi keamanan pada malam kejadian. "Keberadaan Pak Hercules bersama sekelompok masyarakat di lokasi pada malam hari pasca peristiwa tersebut harus dilihat dalam konteks situasi keamanan dan kondisi lingkungan pada saat itu," ujar Wilson dalam keterangan persnya, Sabtu (29/8) malam, seperti dikutip chapnews.id.

Wilson menambahkan, kehadiran Hercules di lapangan merupakan bagian dari upaya persuasif untuk memantau keadaan dan menjaga kondusivitas lingkungan, bukan untuk memprovokasi, memperkeruh suasana, ataupun terlibat dalam benturan fisik. Ia juga secara tegas menyatakan bahwa secara organisatoris, GRIB Jaya tidak pernah memberikan instruksi untuk berpartisipasi dalam demonstrasi maupun melakukan kegiatan terkait aksi tersebut.

"Instruksi Ketua Umum telah disampaikan secara jelas dan tegas serta telah dipublikasikan melalui media internal organisasi," terang Wilson. Ia melanjutkan, "Karena itu, keberadaan individu tertentu di suatu lokasi tidak dapat serta merta ditafsirkan sebagai representasi tindakan organisasi, terlebih tanpa adanya bukti mengenai perintah, koordinasi, ataupun keterlibatan dalam suatu tindak pidana."

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer