Chapnews – Ekonomi – Pasar modal Indonesia menunjukkan dinamika yang kontras sepanjang pekan perdagangan singkat 31 Agustus hingga 4 September 2026. Di tengah optimisme Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berhasil menguat 1,82 persen dan ditutup di level 6.636, Bursa Efek Indonesia (BEI) justru mencatat daftar kelam sepuluh saham yang mengalami tekanan jual luar biasa, mencatatkan penurunan paling signifikan.
PT Kian Santang Muliatama Tbk (RGAS) memimpin daftar "top 10 losers" pekan ini dengan koreksi harga yang sangat drastis, mencapai 38,14 persen. Saham emiten ini anjlok dari Rp194 menjadi Rp120 per lembar, menandai kerugian substansial bagi para investornya dalam waktu singkat.

Tidak hanya RGAS, beberapa emiten lain dari berbagai sektor juga turut merasakan tekanan pasar yang hebat. Salah satunya adalah PT Inter Delta Tbk (INTD) yang menyusut 9,72 persen. Meskipun rincian pergerakan harga INTD tidak dipaparkan selengkapnya dalam data awal, penurunannya menempatkan saham ini dalam jajaran emiten dengan pelemahan terbesar. Fenomena ini menunjukkan adanya sentimen negatif yang menargetkan saham-saham tertentu, meskipun pasar secara keseluruhan menunjukkan tren positif.
Deretan saham yang ambruk ini menjadi sorotan penting bagi para pelaku pasar. Data lengkap 10 saham dengan penurunan terbesar ini dirilis berdasarkan statistik resmi dari Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Sabtu, 5 September 2026. Informasi ini menjadi pengingat penting bagi investor untuk selalu waspada dan melakukan analisis mendalam sebelum mengambil keputusan investasi di tengah fluktuasi pasar.
Oleh Anggie Ariesta – Sabtu, 05 September 2026 | 16:01 WIB


