Chapnews – Nasional – Bandar Udara Halim Perdanakusuma di Jakarta Timur terpaksa memperpanjang masa penutupan operasionalnya hingga Minggu (6/9) pukul 14.00 WIB. Keputusan mendesak ini diambil menyusul sebaran abu vulkanik yang signifikan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
Konfirmasi perpanjangan penutupan ini disampaikan langsung oleh General Manager Operasional Halim Perdanakusuma, Kolonel Pnb Ali Sudibyo. Melalui pesan resminya, Ali menyatakan, "Bandar Udara Halim Diperpanjang penutupannya sampai jam 14.00 WIB," seraya menambahkan bahwa Notice to Airmen (NOTAM) terkait telah diperbarui.

Sebelumnya, bandara yang strategis di Jakarta Timur ini dijadwalkan untuk menutup operasionalnya hingga pukul 10.00 WIB pada hari yang sama. Namun, evaluasi situasi terkini, khususnya terkait pergerakan abu vulkanik, mengharuskan perpanjangan waktu penutupan demi keselamatan penerbangan.
Penutupan ini merupakan respons terhadap erupsi Gunung Anak Krakatau yang telah berlangsung sejak Sabtu (5/9) dini hari WIB dan kembali aktif pada Minggu (6/9) dini hari WIB. Data pantauan pada Minggu pagi menunjukkan bahwa sebaran abu vulkanik telah meluas secara signifikan, mencakup wilayah Provinsi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga Lampung. Kondisi ini secara langsung memengaruhi visibilitas dan keamanan jalur penerbangan di sekitar kawasan tersebut, sehingga penutupan bandara menjadi langkah preventif yang tak terhindarkan.


