Ads - After Header

Bandara Soetta Lumpuh! Abu Anak Krakatau Bikin Penerbangan Kacau!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Lalu lintas udara di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, terpaksa dihentikan sementara. Penutupan yang semula dijadwalkan berakhir pukul 05.30 WIB diperpanjang hingga Minggu (6/9) pukul 09.30 WIB. Langkah ini diambil setelah terdeteksinya sebaran abu vulkanik di area bandara, imbas dari erupsi Gunung Anak Krakatau.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan telah mengumumkan penutupan awal mulai pukul 01.30 WIB. Keputusan ini didasarkan pada hasil uji kertas (paper test) yang dilakukan antara pukul 00.35 WIB hingga 01.05 WIB, yang secara jelas menunjukkan indikasi sebaran abu vulkanik. Informasi perpanjangan ini dikonfirmasi langsung oleh Aziz Harahap, Branch Communication Bandara Soekarno-Hatta. "Perpanjang Mas, hingga 09.30 WIB," kata Aziz kepada chapnews.id.

Bandara Soetta Lumpuh! Abu Anak Krakatau Bikin Penerbangan Kacau!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Sumber abu vulkanik ini adalah letusan Gunung Anak Krakatau yang terjadi pada Sabtu (5/9) dini hari WIB. Dampak terhadap operasional penerbangan sangat terasa. Berdasarkan data monitoring per 5 September 2026 pukul 22.00 WIB, tercatat 33 penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta mengalami dampak. Di sektor internasional, 16 penerbangan dibatalkan, tujuh mengalami penundaan, dan lima lainnya dijadwalkan ulang. Rute-rute vital seperti Singapura (SIN), Hong Kong (HKG), Sydney (SYD), Seoul/Incheon (ICN), Doha (DOH), Amsterdam (AMS), dan Kuala Lumpur (KUL) menjadi yang paling terdampak. Sementara untuk penerbangan domestik, empat pembatalan dan satu pengalihan rute terjadi, meliputi destinasi Lampung (TKG), Denpasar (DPS), dan Surabaya (SUB).

Ditjen Perhubungan Udara secara khusus menyoroti potensi "cascading impact" atau dampak berantai yang diperkirakan akan terasa pada 6 September 2026. Dampak ini mencakup rotasi pesawat, ketersediaan armada, jadwal penerbangan lanjutan, serta kapasitas terminal. Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, dalam pernyataannya, menekankan bahwa aspek keselamatan adalah prioritas utama. "Aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan operasional, salah satunya adalah penyesuaian jadwal penerbangan yang dilakukan oleh maskapai," ujar Lukman. Ia menambahkan, "Penyesuaian operasional penerbangan akan terus dilakukan secara dinamis berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan," demikian Lukman dalam keterangan resmi yang diterima chapnews.id.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer