Chapnews – Nasional – Hujan deras dengan intensitas ekstrem yang mengguyur sebagian besar wilayah Sumatera Utara (Sumut) pada awal pekan ini memicu bencana banjir di tiga kabupaten/kota, yakni Deliserdang, Kota Medan, dan Langkat. Peristiwa ini melanda ribuan kepala keluarga (KK) yang permukimannya tergenang air, meskipun dilaporkan tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi. Informasi terkini ini disampaikan oleh Kabid Penanganan Darurat Peralatan dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati.
Di Kabupaten Deliserdang, banjir dilaporkan terjadi di Desa Punden Rejo, Kecamatan Tanjung Morawa. Kenaikan debit air Sungai Sei Putih akibat curah hujan tinggi menjadi penyebab utama genangan. Air setinggi sekitar 15 sentimeter merendam jalan dan masuk ke permukiman warga, berdampak pada sekitar 30 KK. Pemerintah Kabupaten Deliserdang telah berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat dan mengusulkan pembangunan pintu klep untuk mencegah luapan air masuk ke sistem drainase di masa mendatang.

Sementara itu, Kota Medan juga tak luput dari terjangan banjir, khususnya di Kecamatan Medan Maimun. Data yang dihimpun BPBD mencatat sebanyak 482 unit rumah terendam, dengan total 817 KK atau 1.948 jiwa terdampak. Rincian dampak di tiga kelurahan meliputi:
- Kelurahan Hamdan: 127 unit rumah terendam, berdampak pada 330 KK atau 548 jiwa.
- Kelurahan Sei Mati: 275 unit rumah terendam, berdampak pada 327 KK atau 1.050 jiwa.
- Kelurahan Aur: 80 unit rumah terendam, berdampak pada 160 KK atau 350 jiwa.
BPBD Provinsi Sumatera Utara terus berkoordinasi intensif dengan BPBD Kota Medan dalam penanganan bencana di lokasi terdampak. Petugas juga aktif memantau daerah rawan banjir dan berkoordinasi dengan kepala lingkungan setempat, seraya mengimbau masyarakat untuk tetap siaga apabila terjadi kenaikan debit air secara tiba-tiba.
Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Langkat, di mana banjir meluas hingga merendam 2.678 KK yang tersebar di empat kecamatan berbeda. Hujan deras yang berlangsung terus-menerus selama dua hari di hulu Sungai Batang Serangan menyebabkan debit air sungai meningkat drastis. Banjir mulai terjadi pada pukul 06.00 WIB pagi. Empat kecamatan yang terdampak adalah Batang Serangan, Sawit Seberang, Padang Tualang, dan Tanjung Pura.
Secara rinci, dampak banjir di Langkat mencakup:
- Desa Sei Bamban, Kecamatan Batang Serangan: sekitar 840 KK terdampak dengan ketinggian air antara 30 sentimeter hingga 1 meter.
- Desa Alur Gadung, Kecamatan Sawit Seberang: sekitar 630 KK terdampak dengan ketinggian air 30 hingga 60 sentimeter.
- Desa Tebing Tanjung Selamat, Kecamatan Padang Tualang: sekitar 728 KK terdampak dengan ketinggian air 30 hingga 70 sentimeter.
- Kelurahan Pekan Tanjung Pura, Kecamatan Tanjung Pura: sekitar 480 KK terdampak dengan ketinggian air 30 hingga 70 sentimeter.
Meskipun ribuan warga terdampak, BPBD Sumut memastikan tidak ada warga yang mengungsi. Petugas di lapangan terus memonitor perkembangan situasi dan berkoordinasi erat dengan pemerintah desa serta kecamatan. Berbagai sarana prasarana darurat seperti perahu karet, mobil tangki air, dan perlengkapan evakuasi telah disiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan evakuasi apabila kondisi memburuk. Posko Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Sumut juga beroperasi 24 jam untuk memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan instansi terkait guna memberikan dukungan tambahan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan bersiap melakukan evakuasi sewaktu-waktu. Saat ini, ketinggian air di beberapa titik masih bertahan, dan koordinasi dengan BPBD Kabupaten Langkat terus dilakukan untuk penanganan bencana di lokasi terdampak.


