Ads - After Header

Darurat Asap! 14 Daerah Sumut Terancam PJJ Massal!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, tengah menyiapkan skema pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi para siswa menyusul meluasnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kini menyelimuti 14 kabupaten/kota. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kondisi kualitas udara yang terus memburuk di sejumlah wilayah.

Bobby menegaskan, jika kondisi kualitas udara mencapai tingkat yang membahayakan, pihaknya tidak akan ragu untuk kembali menerapkan skema PJJ. "Itu nanti kita akan imbau dari SD sampai dengan SMA," ujar Bobby di Medan pada Rabu (9/9).

Darurat Asap! 14 Daerah Sumut Terancam PJJ Massal!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Kabut asap ini dilaporkan telah merambah ke empat belas wilayah administratif di Sumut, meliputi Kabupaten Asahan, Batubara, Simalungun, Samosir, Toba, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, hingga Mandailing Natal. Kualitas udara di daerah-daerah tersebut bervariasi dari kategori sedang hingga tidak sehat.

Menyikapi situasi ini, Bobby turut mengimbau masyarakat agar membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama jika kabut asap semakin pekat. Untuk kegiatan yang tidak dapat dihindari, penggunaan alat pelindung diri seperti masker sangat dianjurkan guna meminimalisir risiko kesehatan. "Kalau untuk aktivitas normal di luar rumah kita anjurkan ditahan, tapi aktivitas yang memang tidak bisa terhindarkan di luar rumah kita anjurkan pakai alat tambahan seperti masker," jelasnya.

Dalam upaya penanggulangan karhutla, Gubernur Bobby memastikan setiap laporan kebakaran di wilayahnya akan ditindaklanjuti dengan cepat untuk mencegah meluasnya api. Ia juga secara tegas melarang praktik pembakaran lahan, baik untuk pembukaan maupun pembersihan area perkebunan dan pertanian.

Bobby mengklaim, beberapa titik karhutla yang telah ditinjau berhasil dipadamkan dalam estimasi waktu tidak lebih dari dua hari. Keberhasilan ini, menurutnya, berkat sinergi antara BPBD provinsi dan kabupaten, tim pemadam kebakaran, serta Kementerian Kehutanan yang bekerja sama.

Di sisi lain, Sekretaris Dinas Kesehatan Sumatera Utara, Hamid Rijal Lubis, menyatakan bahwa hingga saat ini belum tercatat peningkatan signifikan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat dampak asap karhutla. "Sampai saat ini ya belum ada peningkatan yang signifikan dari penyakit ISPA," ucap Hamid Rijal kepada chapnews.id.

Meskipun demikian, Hamid Rijal tetap mengingatkan masyarakat untuk senantiasa menjaga kondisi kesehatan dan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Anjuran meliputi mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara rutin, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, istirahat cukup, berolahraga teratur, serta menghindari rokok dan alkohol.

Penggunaan alat pelindung diri (APD) juga ditekankan, dengan masker sebagai perlindungan dasar yang sangat dianjurkan saat berada di luar ruangan. "Kami imbau kepada masyarakat untuk menggunakan APD sesuai yang dibutuhkan, minimal masker," imbuhnya. Jika diperlukan, pembersih mata, sarung tangan, atau sepatu pelindung lainnya juga dapat digunakan untuk perlindungan maksimal.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer