Ads - After Header

GEMPAR! Ribuan Siswa Demo, Wakasek Diduga Lecehkan Siswi

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Suasana di SMAN 1 Pamanukan, Subang, Jawa Barat, mendadak tegang pada Senin lalu. Ribuan siswa, tepatnya 1.445 orang, menggelar unjuk rasa besar-besaran menuntut pertanggungjawaban Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Kesiswaan berinisial AT. Ia diduga kuat telah melakukan pelecehan seksual terhadap belasan siswi di lingkungan sekolah.

Menurut Kepala SMAN 1 Pamanukan, Edi Kanedi, aksi ini merupakan puncak kekecewaan siswa terhadap penanganan internal sekolah terkait dugaan pelecehan. "Anak-anak mendemo bahwa di sekolah ada peristiwa pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum guru, dan kemudian sekolah menangani dengan sebagaimana mestinya sebagaimana yang dimintakan. Ternyata anak-anak tidak puas maka dilakukanlah demo," terang Edi, dikutip dari laporan media setempat.

GEMPAR! Ribuan Siswa Demo, Wakasek Diduga Lecehkan Siswi
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Ketegangan memuncak saat Wakasek AT diduga mencoba melarikan diri dari kerumunan siswa menuju gerbang sekolah. Kericuhan tak terhindarkan, namun situasi berhasil dikendalikan setelah aparat kepolisian tiba di lokasi. Sang guru kemudian diamankan dan dibawa ke Polsek Pamanukan untuk menjalani pemeriksaan awal.

Dugaan pelecehan seksual ini disebut-sebut menimpa setidaknya 15 siswi. Salah satu korban, yang diidentifikasi dengan inisial DS, mengungkapkan bahwa praktik tidak senonoh ini telah berlangsung lama, namun para korban takut untuk angkat bicara. DS menceritakan pengalamannya dipeluk secara tiba-tiba oleh terduga pelaku saat ia sedang berfoto setelah membersihkan area gedung olahraga (GOR).

Ketika DS menyatakan ketidaknyamanannya, terduga pelaku berdalih bahwa hubungan antara guru dan siswa layaknya ayah dan anak. "Saat itu saya merasa tidak nyaman dan menegurnya. Namun, dia berdalih bahwa hubungan antara guru dan siswa itu seperti ayah dan anak," kata DS, seperti dilansir chapnews.id. Kasus ini baru terkuak ke publik setelah pengurus OSIS berani bersuara, memicu korban-korban lain untuk ikut melaporkan pengalaman mereka. Hingga kini, guru Bimbingan Konseling (BK) berhasil mengumpulkan belasan kesaksian korban.

Saat ini, penanganan kasus telah dilimpahkan sepenuhnya kepada Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Subang. Aiptu Nenden Nurfatimah, Kanit PPA Polres Subang, mengonfirmasi bahwa terduga pelaku telah diamankan. "Terduga pelaku sudah diamankan di Mapolres Subang dan sedang menjalani pemeriksaan intensif di Unit PPA Polres Subang," jelas Aiptu Nenden.

Sejumlah korban, didampingi orang tua mereka, terus berdatangan ke kantor polisi untuk memberikan keterangan resmi. Pihak kepolisian menyatakan akan terus mendalami kasus ini, mengingat adanya dugaan bahwa jumlah korban pelecehan bisa saja bertambah seiring berjalannya penyelidikan.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer