Chapnews – Nasional – Partai Golkar kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga soliditas koalisi pemerintahan Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Penegasan ini muncul di tengah beredarnya isu manuver politik dari salah satu partai anggota koalisi yang memicu spekulasi.
Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, menyatakan bahwa partainya akan terus berupaya keras agar koalisi tetap kokoh mendukung Prabowo-Gibran. "Bagi Golkar, suara Sekjen adalah juga komitmen Ketua Umum. Kami akan tetap berusaha agar koalisi ini solid mendukung pemerintah," ujar Sarmuji kepada chapnews.id, Jumat (11/9).

Sarmuji juga mengungkapkan bahwa para sekretaris jenderal partai politik yang tergabung dalam koalisi telah berkomitmen untuk terus mendukung pemerintahan mendatang. Namun, ia mengaku tidak mengetahui apakah ada perbedaan sikap antara sekretaris jenderal dan ketua umum di partai politik masing-masing. "Saat pertemuan antar sekjen, semua menyampaikan komitmen solid mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran. Saya tidak tahu jika ada partai yang punya perbedaan antara sekjen dan ketumnya," tambahnya, menyiratkan adanya potensi dinamika internal di partai lain.
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Golkar, Ahmad Doli Kurnia, sempat menyoroti pidato Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), pada peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat, Sabtu (5/9). Doli menduga pidato tersebut sebagai sinyal adanya poros politik Cikeas yang bersiap untuk Pilpres mendatang, mengindikasikan persiapan dua poros kekuatan politik baru.
Doli sepenuhnya sependapat dengan pernyataan AHY dalam pidatonya yang menyebutkan bahwa kekuasaan adalah sebuah amanah yang memiliki batas waktu. Namun, ia menyoroti nuansa penyampaiannya. "Dilihat dari nuansa penyampaian, sikap, dan posisinya, AHY seolah-olah memberikan sinyal kuat bahwa beliau siap menjadi salah satu calon dalam Pilpres mendatang," kata Doli saat dihubungi, Senin (7/9).
Menanggapi spekulasi tersebut, Partai Demokrat telah memberikan klarifikasi tegas. Pada puncak acara HUT ke-25 Partai Demokrat, Rabu (9/9), di hadapan Prabowo-Gibran, AHY menegaskan bahwa tujuan utama Demokrat adalah menyukseskan pemerintahan Prabowo Subianto. "Posisi Demokrat jelas, kami ingin pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berhasil, tidak ada hal lain selain kesuksesan dan keberhasilan pemerintahan ini," tegas AHY. Demokrat juga membantah bahwa pidato AHY di HUT partai itu merupakan pembahasan untuk Pilpres 2029, meluruskan interpretasi yang beredar.


