Ads - After Header

Terkuak! Makam Kuno ‘Bangkit’ di Gajah Mungkur, Camat Buka Suara

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Camat Wuryantoro, Soemardjono Fadjari, angkat bicara menyusul fenomena kemunculan kuburan kuno di dasar Waduk Gajah Mungkur, Wonogiri, Jawa Tengah. Penampakan makam-makam yang telah lama terendam ini kembali terlihat seiring dengan penyusutan debit air waduk akibat musim kemarau panjang.

Soemardjono menjelaskan bahwa fenomena semacam ini bukanlah hal baru. Hampir setiap tahun, ketika musim kemarau tiba dan permukaan air waduk menurun drastis, jejak-jejak masa lalu berupa makam-makam tersebut mulai menampakkan diri. "Setiap kemarau biasanya makam-makam itu mulai terlihat, tapi ini baru sebagian, karena airnya masih cukup tinggi," ujarnya pekan ini, dikutip dari chapnews.id.

Terkuak! Makam Kuno 'Bangkit' di Gajah Mungkur, Camat Buka Suara
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Lebih lanjut, Soemardjono mengungkapkan bahwa kemunculan makam tahun ini sedikit terlambat dibandingkan periode sebelumnya. Biasanya, penampakan sudah dimulai sejak Agustus. Namun, pada tahun ini, proses penyusutan air yang lebih lambat menyebabkan makam-makam tersebut baru terlihat pada September. "Biasanya Agustus sudah mulai kelihatan. Tahun ini surutnya agak lambat, sehingga belum semuanya muncul," jelasnya.

Meski demikian, antusiasme warga maupun pengunjung untuk melihat langsung fenomena ini belum begitu terlihat. Sejauh ini, sebagian besar pengunjung waduk datang untuk memancing. Selain itu, akses menuju lokasi makam juga tidak mudah. Pengunjung harus berjalan kaki melintasi bagian dasar waduk yang mengering, dengan kondisi tanah yang masih berupa lumpur dan beberapa bagian basah sehingga terbilang cukup sulit dijangkau.

Kemunculan makam kuno di dasar Waduk Gajah Mungkur tak bisa dilepaskan dari sejarah panjang pembangunan danau buatan tersebut. Pada masanya, proyek raksasa ini mengharuskan penenggelaman sejumlah wilayah permukiman di Wonogiri. Sebanyak 51 desa yang tersebar di tujuh kecamatan terdampak imbas pembangunan waduk, termasuk area pemakaman umum yang kini berada di bawah permukaan air.

Dengan demikian, setiap kali permukaan air turun cukup jauh di musim kemarau, bagian-bagian yang dahulu berada di atas permukaan kembali muncul. Makam-makam ini pun menjadi salah satu jejak masa lalu yang sesekali bisa disaksikan warga, menjadi pengingat bisu akan kehidupan dan sejarah yang pernah ada di bawah sana.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer