Ads - After Header

Bromo Membara! Api Mengganas, Jalur Utama Ditutup!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Kobaran api dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kini telah merembet hingga ke perbatasan Malang dan Lumajang, memaksa penutupan akses vital yang menghubungkan kedua wilayah tersebut. Kondisi darurat ini terjadi setelah api yang semula terkonsentrasi di Probolinggo, meluas dengan cepat akibat tiupan angin kencang.

Rekaman visual yang beredar luas menunjukkan amukan api yang membara tepat di tepi Jalan Raya Malang-Lumajang, persisnya di sekitar Pos Jemplang, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Kepulan asap tebal dan hembusan angin yang tak stabil membuat api nyaris menyeberang jalan menuju arah Jemplang, menciptakan pemandangan mengerikan dan membahayakan.

Bromo Membara! Api Mengganas, Jalur Utama Ditutup!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Sebagai respons atas situasi kritis ini, akses darat yang menghubungkan Desa Ngadas, Kabupaten Malang, dengan Desa Ranupane, Kabupaten Lumajang, terpaksa dihentikan sementara untuk publik. Kebijakan ini diambil tidak hanya demi keselamatan pengguna jalan, tetapi juga untuk memprioritaskan mobilitas armada pemadam kebakaran agar dapat bergerak lebih leluasa.

AKP M Budiono, Kasihumas Polres Malang, pada Minggu (13/9), menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat. "Kami mengimbau agar tidak mendekati lokasi kebakaran dan mematuhi arahan petugas di lapangan," ujarnya, seraya menambahkan bahwa tiupan angin kencang masih menjadi tantangan utama yang harus diwaspadai.

Api yang pertama kali terdeteksi di Blok Watangan dan Blok Watu Gede, Probolinggo, pada Sabtu (12/9) sore, dengan cepat bergerak ke arah barat. Kawasan hutan Pos Jemplang, di sebelah selatan Bromo Hillside, kini menjadi salah satu titik fokus penanganan.

Petugas gabungan dari berbagai instansi terus berjibaku di lapangan. Polres Malang telah mengerahkan truk tangki air untuk menyuplai kebutuhan pemadaman, didukung penuh oleh armada dari Pemerintah Kabupaten Malang, PT Pindad, hingga PT Bentoel. "Polres Malang menurunkan personel untuk membantu penanganan di lapangan. Kami bersama petugas gabungan berupaya melakukan pemadaman sekaligus mencegah api merembet semakin luas," tambah AKP M Budiono.

Keterlibatan multisektor ini dinilai krusial mengingat tantangan medan perbukitan yang berat serta tiupan angin yang tidak stabil. Selain fokus memadamkan api utama, petugas juga melakukan pendinginan pada sisa bara dan memotong dahan pohon untuk mencegah api kembali berkobar atau memicu titik api susulan.

"Upaya pemadaman di lapangan dilakukan secara taktis menggunakan selang dari hydrant portabel, sprayer elektrik, penyiraman manual, hingga pemutusan jalur api menggunakan dahan pohon," jelasnya, menggambarkan strategi komprehensif yang diterapkan.

Sebelumnya, seluruh aktivitas wisata di kawasan Gunung Bromo, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), telah resmi ditutup total menyusul karhutla yang kembali melanda. Api yang muncul pada Kamis sore (10/9) di Savana Pengol, Desa Ngadas, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, kini telah merambat hingga ke ikon-ikon terkenal seperti Bukit Teletubbies, Gunung Kursi, dan kawasan Jemplang di Malang.

Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, mengumumkan penutupan tersebut berlaku sejak Sabtu (12/9) hingga batas waktu yang belum ditentukan. Pengumuman resmi bernomor PG.23/T.8/TU/HMS.01.07/B/09/2026 ini menegaskan bahwa keputusan tersebut mempertimbangkan perkembangan kondisi kebakaran, proses penanganan dan pemadaman, serta keamanan kawasan. Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi terbaru melalui kanal resmi chapnews.id dan pihak berwenang.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer