Minggu 13 September 2026 15:14 WIB
Chapnews – Ekonomi – Momen lima tahun Holding Ultra Mikro menjadi penanda penting dalam upaya penguatan akses pembiayaan dan pemberdayaan masyarakat prasejahtera. Sinergi antara PT Permodalan Nasional Madani (PNM), BRI, dan Pegadaian telah membuktikan efektivitasnya dalam membangun ekosistem keuangan inklusif.

Program unggulan PNM, Mekaar, secara konsisten mendampingi para perempuan prasejahtera yang merintis usaha ultra mikro. Data hingga Juni 2026 menunjukkan capaian signifikan, di mana 2,35 juta nasabah berhasil "naik kelas" ke jenjang layanan keuangan formal yang lebih komprehensif, berkat kolaborasi erat dengan BRI dan Pegadaian.
Group CEO BRI, Hery Gunardi, menyoroti bahwa integrasi ketiga entitas ini, masing-masing dengan keunggulan spesifiknya, telah sukses memperluas dampak ekonomi positif bagi masyarakat. Ia menjelaskan, BRI unggul dengan jaringan luas dan kapabilitas pembiayaan UMKM, Pegadaian menawarkan solusi pembiayaan berbasis gadai serta ekosistem emas yang kuat, sementara PNM secara khusus berfokus pada pembiayaan disertai pemberdayaan dan pendampingan intensif bagi kelompok usaha ultra mikro.
Senada, Direktur Utama PNM, Kindaris, menegaskan bahwa pembiayaan harus selalu seiring dengan upaya pemberdayaan. Hal ini krusial agar nasabah tidak hanya menerima modal, tetapi juga mampu mengembangkan usahanya dan mencapai kemandirian ekonomi. "Bagi kami, pembiayaan jauh melampaui sekadar penyaluran modal," ungkap Kindaris. "Terdapat serangkaian proses pendampingan yang bertujuan membimbing nasabah dalam mengelola bisnis, meningkatkan pendapatan, hingga akhirnya meraih kemandirian finansial."
Dalam kerangka ekosistem terpadu ini, nasabah PNM Mekaar turut memperoleh kemudahan akses terhadap beragam layanan keuangan lainnya. Ini mencakup tabungan Simpedes UMi yang merupakan hasil kolaborasi dengan BRI, serta fasilitas tabungan emas melalui Pegadaian. Seluruh akses ini dirancang agar dapat disesuaikan secara fleksibel dengan evolusi kebutuhan dan perkembangan usaha masing-masing nasabah.
Kindaris menambahkan, setiap nasabah memiliki tahapan perkembangan yang unik. Oleh karena itu, dukungan yang diberikan harus bersifat adaptif dan disesuaikan dengan kondisi spesifik masing-masing individu, mulai dari fase awal merintis usaha, mengembangkan bisnis, hingga mencapai level "naik kelas" yang lebih tinggi.
Dengan demikian, perayaan lima tahun Holding Ultra Mikro ini menegaskan komitmen berkelanjutan dalam memperluas jangkauan layanan keuangan sekaligus memperkokoh pendampingan bagi segmen masyarakat ultra mikro di seluruh Indonesia.
Follow WhatsApp Channel chapnews.id untuk update berita terbaru setiap hari


