Chapnews – Nasional – Bandung kembali mengukir sejarah dalam dunia pendidikan dengan suksesnya grand final The Champion Race (TCR) Karakter, sebuah inovasi e-sport edukasi yang kini menempatkan penguatan karakter siswa sebagai inti kompetisi. Kolaborasi strategis antara Ganesha Operation (GO) dan Pemerintah Kota Bandung ini menandai era baru dalam upaya membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan mentalitas juara.
Ajang TCR, yang selama tiga tahun terakhir dikenal sebagai kompetisi akademik berskala nasional dan bahkan meraih rekor MURI sebagai penyelenggara e-sport pendidikan pertama di Indonesia, kini bertransformasi. Perubahan signifikan ini berawal dari kepedulian Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, terhadap pentingnya pendidikan karakter di tengah derasnya tuntutan pencapaian akademik siswa. Farhan secara khusus meminta GO untuk mengembangkan varian TCR yang tidak hanya menguji kepintaran, tetapi juga mengasah karakter.

Dari gagasan visioner tersebut, lahirlah TCR Karakter. GO merancang format soal dan sistem penilaiannya dengan mengintegrasikan nilai-nilai luhur dari berbagai sumber: Enam Kebajikan Universal dalam psikologi positif, Panca Waluya yang meliputi Cageur, Bageur, Bener, Pinter, tur Singer, serta empat pilar Bandung Masagi, yaitu Silih Asih, Silih Asah, Silih Asuh, dan Silih Wawangi. Integrasi ini memastikan kompetisi tidak hanya mengukur, tetapi juga memperkuat aspek karakter peserta.
Dalam sambutannya saat membuka babak grand final di Cornerstone Auditorium, Farhan menekankan urgensi penguatan karakter di tengah persaingan global yang semakin ketat. "Skor Matematika anak-anak sekolah kita memang terus kita kejar supaya makin tinggi. Tapi jangan sampai kita kehilangan kesempatan memberikan dasar-dasar pendidikan karakter pada anak-anak kita karena tantangannya sekarang jauh lebih besar," tutur Farhan, mengingatkan bahwa anak-anak kini bersaing dengan talenta dari seluruh dunia.
Direktur Utama GO, Bob Foster, menjelaskan bahwa TCR Karakter tetap memanfaatkan aplikasi GO Expert, platform belajar yang sudah akrab bagi siswa. Inovasi ini didasari oleh pengamatan terhadap kebiasaan anak-anak yang menghabiskan rata-rata empat jam sehari dengan gawai mereka. "Daripada melarang, kami desain konsep belajar, berlatih, bertanding lewat GO Expert supaya gadget yang biasanya mereka pakai untuk main, kini dipakai untuk membangun karakter," ungkap Prof. Bob, menunjukkan pendekatan adaptif terhadap teknologi.
Rangkaian kompetisi TCR Karakter dimulai dari babak penyisihan pada 27 Agustus, dilanjutkan semifinal di GOR Doea SMPN 2 Bandung pada 5 September, hingga puncaknya grand final pada Selasa, 15 September. Setiap sekolah mengirimkan empat murid SD dan enam murid SMP untuk berkompetisi. Mekanisme penentuan pemenang tetap mempertahankan ciri khas TCR, yaitu berdasarkan jumlah soal yang dijawab benar dalam waktu tercepat, dengan persaingan yang dapat dipantau secara real-time melalui leaderboard.
Kolaborasi Pemkot Bandung dan GO ini juga mendapat apresiasi tinggi dari Ketua Umum DPP Forum PLKP Indonesia, Zoelkifli M. Adam, yang turut hadir dalam grand final. Menurutnya, TCR Karakter merupakan perluasan gagasan The Champion Race dari sekadar kompetisi akademik menjadi wadah pendidikan karakter yang luar biasa. "Hari ini, gagasan yang dirancang bukan lagi soal Matematika, Fisika, atau Kimia, tapi pendidikan karakter. Ini luar biasa," pujinya.
Setelah persaingan sengit yang melibatkan 16 murid terbaik jenjang SD dan SMP se-Kota Bandung, Azkia Narashya Shanum dari SDN 201 Sukaluyu berhasil meraih juara pertama jenjang SD. Sementara itu, Windri Fadilla dari SMPN 53 Bandung keluar sebagai juara pertama jenjang SMP. Penilaian grand final dilakukan oleh dewan juri yang kredibel, terdiri dari Dr. Ade Mulyanah dari BRIN, Prof. apt. Nasrul Wathoni dari Universitas Padjadjaran, dan Dr. Mochamad Whilky Rizkyanfi dari Universitas Pendidikan Indonesia.
Prof. Bob Foster menutup gelaran perdana TCR Karakter dengan pesan mendalam tentang pentingnya karakter dalam menghadapi masa depan. "Your competence can bring you to the top, but only character can maintain you at the top," tegasnya. Ia meyakini bahwa dari karakter inilah akan muncul karakter unggul dan mentalitas juara, yang pada akhirnya akan menjadikan generasi muda Bandung sebagai pemimpin masa depan bangsa. Edisi perdana TCR Karakter ini sukses memperluas format The Champion Race, membuktikan bahwa kompetisi edukasi dapat menjadi medium efektif untuk mengangkat isu penguatan karakter siswa di tingkat kota.


