Ads - After Header

JK: Kebakaran Listrik Jakarta, Lebih Mengerikan dari Banjir!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Mantan Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), melontarkan peringatan keras kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait ancaman kebakaran. Menurut Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) ini, kebakaran akibat masalah kelistrikan di Ibu Kota jauh lebih berbahaya dan merusak ketimbang bencana banjir. Pernyataan tersebut disampaikan JK dalam acara peresmian gedung baru PMI di Jakarta Pusat, Kamis (17/9).

JK menyoroti dampak destruktif kebakaran yang menurutnya melampaui kerugian akibat banjir. "Jika banjir melanda, rumah mungkin masih berdiri dan pakaian masih ada, hanya kotor. Namun, apabila kebakaran terjadi, semuanya ludes tak bersisa. Habis semuanya. Jadi, kebakaran sebenarnya lebih berbahaya daripada banjir," tegas JK, menekankan bahwa musibah ini seringkali melanda kawasan padat penduduk.

JK: Kebakaran Listrik Jakarta, Lebih Mengerikan dari Banjir!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Data mengejutkan diungkapkan JK, di mana sekitar 90 persen insiden kebakaran di Jakarta bersumber dari masalah kelistrikan. Ia menyebutkan bahwa akar masalah ini terletak pada "keteledoran manusia". "Langganannya 300 atau 400 (watt), tapi dipakai 500, 600. Berlebihan. Akhirnya panas, lalu terbakar," jelasnya, mengilustrasikan bagaimana penggunaan listrik yang melebihi kapasitas atau instalasi yang salah menjadi pemicu utama.

Untuk menekan angka kejadian ini, JK mengusulkan langkah konkret berupa penegakan disiplin listrik yang melibatkan berbagai pihak. "Kami sudah sepakat dengan Pak Gubernur untuk mengerahkan pemadam kebakaran, Satpol PP, mahasiswa elektronik di seluruh Jakarta, dan PLN untuk menggerakkan disiplin listrik," ungkapnya. JK optimis bahwa dengan penerapan disiplin ini, angka kebakaran dapat ditekan hingga 50 persen. "Jika disiplin listrik ditegakkan, 50 persen kebakaran bisa turun. Karena 90 persen penyebabnya adalah listrik, korsleting. Korsleting karena salah pasang atau berlebihan. Itu saja rumusnya," imbuhnya.

JK juga mengklasifikasikan bencana berdasarkan penyebabnya menjadi tiga jenis: alam (seperti gempa, gunung meletus, tsunami), alam dan manusia (contohnya banjir), serta bencana yang sepenuhnya disebabkan oleh manusia. "Kalau bencana karena manusia, seperti perang, konflik, dan kebakaran, Pak Gubernur. Itu karena manusia," ujarnya. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya fokus pada upaya pencegahan, bukan hanya pada bantuan kemanusiaan setelah bencana terjadi. "Kebakaran menghabiskan seluruhnya," pungkasnya, mengingatkan bahwa mitigasi dini adalah kunci untuk menghindari kerugian total.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer