Chapnews – Nasional – Kepolisian Daerah Jawa Barat berhasil meringkus seorang pria berinisial MSA (25) di kediamannya di Parompong, Bandung Barat. Penangkapan ini dilakukan setelah MSA terbukti memiliki keahlian dalam merakit bom, baik jenis low explosive (daya ledak rendah) maupun high explosive (daya ledak tinggi), serta diduga telah melakukan puluhan kali uji coba peledakan. Yang lebih mencengangkan, MSA juga aktif menyebarkan tutorial pembuatan bahan peledak di sebuah grup aplikasi pesan WhatsApp.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan dalam konferensi pers di Mapolda Jabar, Kamis (17/9), mengungkapkan detail aktivitas MSA. "Ada bom yang sifatnya high explosive ini dia telah melakukan kurang lebih 16 kali percobaan, ya. Dengan jumlah daya ledak yang besar dia lakukan dan dia videokan itu. Kemudian untuk yang low explosive ini dia kurang lebih melakukan percobaan 40 kali," jelas Kombes Hendra.

Selain merakit dan menguji coba peledakan, MSA juga merekam proses perakitan bom dan membagikannya di grup WhatsApp bernama "True Crime Community". Grup ini diketahui merupakan komunitas yang membahas kasus-kasus kejahatan nyata. "Nah di sini perannya ada sebagai motivator kejahatan ekstrem. Jadi dia mengagungkan kejahatan di grup ini, ya. Lebih parahnya lagi adalah sebagai pembuat tutorial pembuatan bahan peledak," tambah Hendra. Dengan kemampuan otodidaknya, MSA secara aktif mengajarkan dan mengirimkan postingan-postingan mengenai cara membuat bahan peledak kepada anggota grup.
Barang bukti yang berhasil disita dari terduga pelaku sangat beragam dan mengkhawatirkan. Di antaranya, satu buah mortir berupa proyektil peluru tank berdiameter 8,8 cm, panjang 44 cm, dan kaliber 75-80 mm. Petugas juga mengamankan 50 butir peluru hampa, 50 butir peluru tajam kaliber 5,5 mm, serta berbagai bahan kimia dan perlengkapan pembuatan peledak. Bahan-bahan tersebut meliputi potasium klorat, sulfur (belerang), black powder, backing soda, serbuk aluminium, tiner, serbuk kasa, potasium, serbuk zink, serbuk detonator, dan rush powder. Peralatan peracik seperti coet, muto, dan timbangan digital juga turut disita.
Tidak hanya itu, polisi menemukan casing granat, tiga buah laras senpi, satu buah per pegas, satu buah pelatuk, hingga potongan besi stainless berbentuk laras dan silinder berbagai ukuran yang diduga akan dirakit menjadi senjata api. Seperangkat alat panah berupa satu unit crossbow beserta lima busur panah, tali busur, sarung dan kantong anak panah, medali memanah, delapan bungkus ujung anak panah logam, serta batang anak panah dari kayu maupun fiber, juga turut diamankan.
Barang bukti lainnya mencakup ransel, buku, kitab, semen, sumbu, pinset, penggaris, serbuk arang, casing detonator, botol kecil, sarung tangan lateks, hingga botol sumbu api fermentasi. Berbagai alat pertukangan dan perlengkapan pelindung, di antaranya pahat, sikat kawat, sikat gigi, mata gerinda, cave, penjepit, solder, lem tembak, plat fiber, gergaji besi, amplas kawat, cutter, mata bor, benang jahit, alat tulis, empat buah helm baja beserta busa, penutup, kaca, dan dua bungkus kuncinya, serta deker pelindung tangan dan kaki, juga berhasil disita.
Kasubdit 1 Dirkrimum Polda Jabar AKBP Rikky Aries Setiawan menjelaskan, dari hasil pemeriksaan, keahlian MSA dalam merakit bom diperoleh secara otodidak melalui pembelajaran dari media sosial. Ia juga mengaku terinspirasi oleh insiden peledakan bom yang pernah terjadi di Bandung beberapa tahun silam. "Mengadopsi kejadian itu sehingga terinspirasi tersangka ini untuk membuat dan berencana akan mencoba kembali," tegas AKBP Rikky, menggarisbawahi potensi ancaman yang berhasil digagalkan oleh pihak kepolisian.


