Chapnews.id – Gelombang kasus Influenza A dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dilaporkan tengah mengalami tren peningkatan di berbagai wilayah di Jawa Timur. Menanggapi situasi tersebut, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh rumah sakit daerah untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menangani pasien.
Langkah mitigasi ini diambil guna memastikan seluruh fasilitas kesehatan di Jawa Timur mampu merespons lonjakan kasus dengan cepat dan tepat. Emil menekankan bahwa kecepatan penanganan menjadi kunci utama agar penyebaran penyakit ini tidak meluas secara tidak terkendali.

"Kami meminta agar pemantauan terus dilakukan secara intensif. Memang ada peningkatan keluhan terkait ISPA maupun Influenza A, oleh karena itu rumah sakit harus sigap dalam melakukan penanganan medis," ujar Emil saat memberikan keterangan di Surabaya, Selasa (22/9).
Berdasarkan data terbaru yang dihimpun oleh Dinas Kesehatan Jawa Timur, persebaran kasus penyakit ini menunjukkan pola yang tidak merata di setiap daerah. Emil menjelaskan bahwa sementara beberapa wilayah mengalami lonjakan yang cukup signifikan, ada pula daerah yang justru mencatat penurunan angka kasus. Sebagai contoh, ia menyebutkan bahwa Puskesmas Gribig di Kota Malang justru mengalami penurunan kasus, yang menunjukkan bahwa dinamika penularan di tiap wilayah sangat berbeda.
Meskipun influenza sering kali dianggap sebagai penyakit ringan yang dapat sembuh dengan sendirinya, Emil mengingatkan agar pihak medis tidak meremehkan kondisi ini. Ia memperingatkan bahwa kondisi pasien bisa memburuk secara drastis apabila daya tahan tubuh pasien melemah atau jika muncul komplikasi penyakit penyerta lainnya.
Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menuntut profesionalisme dari setiap fasilitas kesehatan. Setiap pasien yang datang harus mendapatkan solusi medis yang sesuai dengan kondisi klinis mereka, baik melalui skema rawat jalan maupun prosedur rujukan ke rumah sakit yang lebih lengkap.
"Semua pasien yang datang, apa pun kondisinya, harus mendapatkan solusi. Harus ada penanganan medis yang maksimal, baik itu melalui perawatan jalan atau jika memang diperlukan harus segera dirujuk," tegas politikus dari Partai Demokrat tersebut.
Hingga saat ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan bahwa sistem layanan kesehatan masih dalam kondisi aman. Belum ada laporan mengenai rumah sakit yang mengalami kewalahan hingga sampai pada tahap menolak pasien akibat lonjakan kasus Influenza A maupun ISPA ini.
Meski situasi saat ini masih dinilai terkendali, Pemprov Jatim berkomitmen untuk terus memperketat pengawasan di lapangan. Emil juga mengajak masyarakat untuk proaktif dalam melaporkan jika menemukan kendala atau adanya penolakan layanan di fasilitas kesehatan setempat.
"Sampai saat ini belum ada laporan rumah sakit yang kewalahan hingga menolak pasien. Namun, kami akan terus memantau situasi. Jika masyarakat menemukan kendala dalam layanan kesehatan, mohon jangan ragu untuk menyampaikannya kepada kami," tutupnya.


