Chapnews.id – Wacana mengenai perluasan jadwal hari bebas kendaraan bermotor atau Car Free Day (CFD) di Jakarta kini tengah menjadi sorotan hangat. Usulan untuk menambah durasi pelaksanaan CFD dari yang semula hanya hari Minggu menjadi dua hari penuh, yakni Sabtu dan Minggu, mulai mendapatkan respons serius dari jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, memberikan tanggapannya terkait usulan yang datang dari DPRD DKI Jakarta tersebut. Menurutnya, gagasan untuk memperpanjang masa CFD ini merupakan sebuah ide yang sangat menarik dan memiliki potensi dampak positif bagi lingkungan, terutama dalam upaya menekan tingkat polusi udara di ibu kota.

Rano mengibaratkan usulan ini dengan gerakan penghematan energi, seperti aksi mematikan lampu selama satu jam yang pernah dilakukan sebelumnya. Menurutnya, langkah-langkah kecil namun konsisten seperti CFD tambahan dapat menjadi salah satu instrumen efektif untuk menurunkan emisi karbon dan memperbaiki kualitas udara Jakarta yang seringkali berada pada level tidak sehat.
"Itu ide menarik. Seperti gerakan satu jam mematikan lampu kemarin, itu salah satu cara menurunkan emisi. Namun, tentu hal ini harus dipertimbangkan dengan matang karena ada banyak faktor yang terlibat," ujar Rano saat ditemui di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (23/9).
Meski mendukung secara prinsip, Rano memberikan catatan kritis terkait pelaksanaan pada hari Sabtu. Ia menyoroti bahwa berbeda dengan hari Minggu yang mayoritas masyarakatnya beristirahat, hari Sabtu masih banyak aktivitas perkantoran dan operasional bisnis yang berjalan. Hal ini menjadi tantangan tersendiri dalam mengatur arus lalu lintas dan pembatasan kendaraan.
"Kalau hari Minggu, itu pasti mudah. Tapi kalau Sabtu, kita harus mempertimbangkan karena masih banyak operasional kantor yang berjalan," tambah politikus dari PDIP tersebut.
Kendati demikian, Rano menilai penerapan CFD pada hari Sabtu sebenarnya tidak akan menjadi kendala yang sangat berat. Mengingat durasi CFD biasanya hanya berlangsung beberapa jam di pagi hari, seperti pukul 06.00 hingga 09.00 WIB, hal ini dianggap cukup efektif tanpa harus mengganggu mobilitas warga secara total.
Lebih lanjut, Rano mengungkapkan bahwa dirinya sebenarnya memiliki visi yang lebih luas terkait pengendalian emisi, termasuk pernah mengusulkan konsep Car Free Night atau malam bebas kendaraan. Tujuannya tetap satu, yakni menekan emisi gas rumah kaca dan karbon di Jakarta.
Sebelumnya, usulan ini mencuat setelah Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, M. Taufik Zoelkifli, menyarankan agar pemerintah melakukan uji coba terlebih dahulu. Ia mengusulkan masa uji coba selama dua hingga tiga bulan untuk melihat efektivitas dan dampak sosial dari kebijakan CFD dua hari ini sebelum diputuskan secara permanen.
Wacana ini juga mendapat dukungan dari Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat, yang kemudian ditanggapi oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Pramono menyatakan bahwa usulan tersebut sangat rasional dan saat ini pihak Balai Kota tengah melakukan pembahasan internal secara mendalam sebelum mengambil keputusan final. Melansir dari laporan chapnews.id, kebijakan ini diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang bagi kesehatan warga Jakarta.

