Ads - After Header

Mengenal Sosok Syahganda Nainggolan Kepala Bakom

Ahmad Dewatara

Chapnews.id – Presiden Prabowo Subianto secara resmi melakukan penyegaran dalam jajaran Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI. Dalam sebuah prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat di Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Jumat (2/10), Syahganda Nainggolan resmi ditunjuk untuk menduduki kursi Kepala Bakom. Jabatan strategis ini sebelumnya dipegang oleh Muhammad Qodari.

Penunjukan Syahganda memicu perhatian publik mengingat rekam jejaknya yang sangat kontras dengan pejabat pemerintahan pada umumnya. Ia bukanlah sosok yang datang dari lingkaran birokrasi murni, melainkan seorang aktivis yang telah malang melintang di dunia pergerakan selama puluhan tahun. Perjalanan hidupnya yang penuh dinamika, mulai dari demonstran mahasiswa hingga menjadi bagian dari pemerintahan, menjadi sorotan tajam.

Mengenal Sosok Syahganda Nainggolan Kepala Bakom
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Menilik ke belakang, kiprah Syahganda dalam dunia aktivisme bukanlah hal baru. Jejaknya sudah terlihat sejak ia masih menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada era 1980-an. Kala itu, ia merupakan salah satu wajah yang kerap turun ke jalan untuk menyuarakan penolakan terhadap rezim Orde Baru. Perlawanannya yang gigih bahkan sempat membuatnya harus menghadapi sanksi akademik berupa pemberhentian dari kampus, sebelum akhirnya ia berhasil melanjutkan studi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia.

Nama Syahganda sempat mencuat ke permukaan nasional saat ia bergabung dengan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Pada tahun 2020, ia sempat berurusan dengan hukum akibat kritik tajamnya di media sosial terkait pengesahan UU Cipta Kerja atau Omnibus Law. Akibat cuitan dan aksi protesnya, ia dijatuhi hukuman penjara selama 10 bulan dan baru menghirup udara bebas pada Agustus 2021.

Tak hanya berhenti di dunia pergerakan jalanan, Syahganda juga mencoba merambah dunia politik praktis. Ia terlibat dalam pembentukan organisasi kemasyarakatan Daulat Rakyat yang kemudian bertransformasi menjadi partai politik pasca-Reformasi 1998. Ia juga sempat mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI melalui Partai Merdeka pada Pemilu 2004 untuk dapil Tangerang, serta mencoba peruntungan kembali bersama Partai Golkar pada 2009 di dapil Bogor, meski keduanya belum membuahkan hasil.

Di era kepemimpinan Presiden ke-7 Joko Widodo, Syahganda dikenal sebagai kritikus yang vokal. Ia tidak segan memberikan kritik keras terhadap kebijakan pemerintah, mulai dari penanganan pandemi COVID-19 hingga isu legislasi penting lainnya. Namun, arah pandangannya tampak mengalami pergeseran atau setidaknya menemukan titik temu dengan kepemimpinan saat ini.

Melalui lembaga riset yang didirikannya, GREAT Institute, Syahganda menyatakan dukungannya terhadap visi Presiden Prabowo Subianto. Dalam pandangan lembaga tersebut, Prabowo dinilai memiliki visi kerakyatan yang kuat untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur. GREAT Institute bahkan menyebut ideologi Prabowo berbeda dengan rezim sebelumnya yang dianggap terlalu neoliberal. Kini, dengan jabatan baru sebagai Kepala Bakom, publik menanti bagaimana peran sang aktivis ini dalam menjembatani komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer