Ads - After Header

Waspada IHSG Melorot ke Level 5850

Ahmad Dewatara

Chapnews.id – Pasar modal Indonesia diprediksi akan menghadapi tantangan berat pada pembukaan perdagangan Senin (5/10/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan melanjutkan tren koreksi atau penurunan, setelah sempat menunjukkan penguatan tipis pada sesi perdagangan sebelumnya.

Meskipun pada penutupan terakhir IHSG berhasil menguat 0,46 persen ke level 6.036 dengan volume transaksi yang cukup masif, namun optimisme pasar tersebut tampaknya hanya bersifat sementara. Analisis teknikal menunjukkan adanya tekanan yang cukup signifikan yang dapat menyeret indeks lebih dalam ke zona merah.

Waspada IHSG Melorot ke Level 5850
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Berdasarkan laporan dari Tim Riset MNC Sekuritas, secara performa mingguan, IHSG sebenarnya telah mengalami koreksi sebesar 3,28 persen. Kondisi ini diperparah dengan posisi indeks yang kini telah menembus ke bawah level moving average (MA) 20 mingguan. Hal ini menjadi sinyal teknikal bahwa tren jangka menengah sedang mengalami pelemahan.

Secara lebih mendalam, para analis melihat bahwa posisi IHSG saat ini sedang berada dalam fase wave c dari wave (y). Dalam teori analisis gelombang (Elliott Wave), kondisi ini sering kali menandakan adanya fase koreksi yang masih bisa berlanjut sebelum menemukan titik balik atau rebound.

"Kami memperkirakan posisi IHSG saat ini sedang berada pada bagian dari wave c dari wave (y). Investor perlu mencermati area koreksi yang dapat kami perkirakan berada di rentang 5.850 hingga 5.911," tulis tim riset MNC Sekuritas dalam laporan MNCS Daily Scope yang dirilis pada Minggu (4/10/2026).

Bagi para pelaku pasar, memahami level psikologis sangatlah krusial. Saat ini, IHSG memiliki level resistance atau batas atas di angka 6.187 dan 6.297. Sementara itu, untuk mengantisipasi penurunan, investor harus memperhatikan level support atau batas bawah di angka 5.949 dan 5.872. Jika level 5.850 berhasil ditembus, maka tekanan jual diprediksi akan semakin kuat.

Di tengah ketidakpastian arah indeks, para analis tetap memberikan rekomendasi pada beberapa saham tertentu yang dinilai memiliki potensi menarik untuk dikoleksi. Salah satu saham yang masuk dalam radar pantauan adalah DOOH.

Saham DOOH menunjukkan performa yang cukup impresif dengan penguatan mencapai 5,78 persen ke level 366, yang juga didukung oleh volume perdagangan yang tinggi. Meski penguatannya sempat tertahan oleh garis MA20, analis menyarankan strategi buy on weakness (beli saat harga melemah) untuk saham ini. Secara teknikal, DOOH diperkirakan sedang berada pada fase wave (B) dari wave [B], yang memberikan peluang bagi investor untuk masuk di harga yang lebih kompetitif sebelum potensi penguatan berikutnya.

Para investor disarankan untuk tetap waspada dan tidak terburu-buru melakukan aksi beli dalam jumlah besar, mengingat volatilitas pasar yang masih tinggi dan potensi penurunan indeks yang masih terbuka lebar.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer