Chapnews.id – Pemerintah tengah bergerak cepat untuk memastikan mobilitas masyarakat selama musim libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) tetap berjalan lancar tanpa terbebani oleh lonjakan harga transportasi udara. Fokus utama pemerintah saat ini adalah menjaga agar harga tiket pesawat tetap berada di level yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.
Langkah strategis ini diambil guna mengantisipasi lonjakan penumpang yang biasanya terjadi secara masif pada periode Nataru. Pemerintah menyadari bahwa transportasi udara merupakan salah satu moda utama yang digunakan masyarakat untuk pulang kampung atau berlibur, sehingga stabilitas harga menjadi kunci penting dalam menjaga daya beli masyarakat selama masa libur panjang tersebut.

Direktur Angkutan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Agustinus Budi Hartono, menegaskan bahwa keterjangkauan harga tiket menjadi prioritas utama dalam persiapan menghadapi periode Nataru 2026 dan Tahun Baru 2027 mendatang. Menurutnya, pemerintah berkomitmen agar masyarakat tetap bisa melakukan perjalanan dengan biaya yang masuk akal.
"Terkait dengan persiapan yang harus kita persiapkan adalah bagaimana nantinya masyarakat masih bisa melakukan bepergiannya dengan harga tiket yang tentunya pasti bisa terjangkau," ujar Agustinus dalam keterangannya, Sabtu (4/10/2026).
Untuk mewujudkan target tersebut, pemerintah tidak hanya sekadar memantau harga pasar, tetapi juga tengah menyiapkan berbagai instrumen kebijakan berupa stimulus ekonomi. Stimulus ini dirancang untuk menekan biaya operasional atau beban pajak yang berdampak langsung pada harga jual tiket di tingkat konsumen.
Salah satu skema yang sedang digodok adalah pemberian insentif berupa Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) khusus untuk tiket penerbangan. Jika kebijakan ini disahkan, maka beban pajak yang selama ini menjadi komponen biaya tiket dapat diringankan, sehingga harga akhir yang dibayarkan penumpang bisa lebih murah.
Agustinus menjelaskan bahwa saat ini proses penyusunan aturan mengenai PPN DTP tersebut sedang berjalan. Setelah draf awal selesai disusun, langkah selanjutnya adalah memasuki tahap harmonisasi antarlembaga untuk memastikan kebijakan ini selaras dengan regulasi lainnya.
Pemerintah juga berencana untuk melanjutkan skema stimulus yang telah sukses diterapkan pada periode Nataru sebelumnya. Keberhasilan program serupa di masa lalu menjadi acuan bahwa intervensi pemerintah melalui stimulus pajak terbukti efektif dalam menjaga stabilitas harga tiket di tengah tingginya permintaan pasar.
Dengan adanya persiapan matang ini, diharapkan tidak terjadi lonjakan harga yang tidak wajar yang dapat memicu inflasi di sektor transportasi. Masyarakat diharapkan dapat merencanakan perjalanan mereka dengan lebih tenang, sementara industri penerbangan tetap dapat beroperasi secara sehat di tengah tingginya volume penumpang selama musim liburan.


