Chapnews.id – Bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,1 yang mengguncang wilayah Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga merenggut nyawa seorang warga. Seorang lansia dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami syok hebat akibat guncangan dahsyat yang terjadi pada Minggu pagi tersebut.
Berdasarkan laporan resmi dari Kepolisian Sektor Kodi Utara, Polres Sumba Barat, korban merupakan seorang pria lanjut usia berusia 73 tahun. Kapolsek Kodi Utara, AKP Bernadus Bili Kandi, mengungkapkan bahwa penyebab kematian korban bukan disebabkan oleh tertimpa reruntuhan bangunan, melainkan karena kondisi psikologis yang tidak stabil saat bencana terjadi.

"Satu orang dilaporkan meninggal dunia di wilayah Kodi Utara. Korban adalah seorang lansia yang meninggal karena syok atau kaget saat gempa terjadi," ujar AKP Bernadus Bili Kandi sebagaimana dikutip dari laporan lapangan.
Menurut keterangan pihak kepolisian, momen mencekam terjadi ketika guncangan kuat melanda pemukiman warga. Korban sempat menyaksikan anggota keluarganya berhamburan keluar rumah dengan panik untuk menyelamatkan diri. Meskipun korban sempat berhasil keluar ke area terbuka, namun beberapa menit kemudian ia tiba-tiba jatuh, tidak sadarkan diri, dan dinyatakan meninggal dunia oleh pihak keluarga. Saat ini, jenazah korban telah disemayamkan di kediamannya untuk proses pemakaman.
Selain jatuhnya korban jiwa, gempa ini juga mengakibatkan kerusakan infrastruktur yang cukup signifikan. Berbagai bangunan rumah warga serta satu unit bangunan sekolah dilaporkan mengalami kerusakan berat. Hingga saat ini, otoritas terkait masih terus melakukan verifikasi di lapangan.
"Kami belum bisa memastikan total data kerusakan secara pasti. Tim BPBD beserta anggota masih melakukan pendataan lebih lanjut sejak pagi tadi," tambah AKP Bernadus.
Secara teknis, gempa tersebut terjadi pada pukul 06.55 WITA dengan pusat gempa berada di laut, tepatnya 14 km barat daya Kodi, Sumba Barat Daya, pada kedalaman 10 km. Meski guncangannya terasa sangat kuat, Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Berdasarkan pantauan BNPB, guncangan dirasakan selama kurang lebih satu menit dan terasa kuat di beberapa wilayah, termasuk Kabupaten Sumba Barat dan Kabupaten Manggarai Barat. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Pemerintah melalui BNPB juga mengingatkan warga untuk selalu memantau informasi resmi dari instansi terkait. Sebagai langkah antisipasi, warga diminta untuk menghindari bangunan yang mengalami retakan serta menjauhi area tepi pantai untuk sementara waktu guna mengantisipasi potensi gempa susulan.

