Chapnews.id – Kondisi udara di Kota Palembang, Sumatera Selatan, dilaporkan semakin memprihatinkan akibat dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kian meluas. Pada Sabtu sore (10/10), kabut asap tebal menyelimuti berbagai sudut kota, menciptakan situasi yang mencekam sekaligus mengganggu aktivitas masyarakat secara signifikan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, jarak pandang di beberapa titik kini menyusut drastis hingga hanya tersisa sekitar 20 meter saja. Fenomena ini memaksa para pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra. Banyak pengendara yang terpaksa menyalakan lampu kendaraan meskipun hari masih siang guna menghindari risiko kecelakaan akibat minimnya visibilitas.

Dampak kesehatan pun mulai dirasakan secara masif oleh warga setempat. Bau menyengat dari asap memenuhi udara, memicu rasa perih pada mata, serta menyebabkan tenggorokan terasa kering dan gatal. Nora, salah seorang warga Palembang, mengungkapkan bahwa kondisi ini sudah berlangsung selama lebih dari dua bulan dan kini berada pada level yang sangat mengkhawatirkan.
"Kondisinya sangat mengganggu. Kami ingin hidup sehat, tapi udara yang kami hirup justru membuat hidung tidak nyaman dan mata terasa pedih. Hari ini terasa jauh lebih parah dari sebelumnya," ujar Nora dengan nada penuh keluhan. Ia mendesak pemerintah agar segera mengambil langkah konkret dan tidak menunda-nunda penanganan karhutla. Menurutnya, keterlambatan tindakan akan terus menambah jumlah korban yang jatuh sakit.
Kekhawatiran warga tersebut sejalan dengan data medis yang ada. Dinas Kesehatan Kota Palembang mencatat lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang sangat tajam. Sepanjang bulan September saja, tercatat sebanyak 17.434 kasus ISPA yang dipicu langsung oleh polusi asap kebakaran lahan tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa ancaman kesehatan di Palembang sudah masuk dalam kategori darurat.
Tak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat dan mobilitas darat, kabut asap ini juga melumpuhkan sektor transportasi udara. Di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, sejumlah jadwal penerbangan terpaksa mengalami penundaan. Pada Jumat (9/10), setidaknya empat jadwal penerbangan tidak bisa diberangkatkan maupun mendarat karena jarak pandang yang berada di bawah standar minimum keselamatan penerbangan, yakni 400 meter.
Beberapa rute yang terdampak penundaan tersebut antara lain penerbangan JT246 rute Palembang-Batam, IU921 rute Palembang-Jakarta, IU302 rute Palembang-Pangkalpinang, serta penerbangan IU933 yang datang dari Yogyakarta menuju Palembang. Hingga saat ini, masyarakat terus menantikan langkah tegas dari pemerintah pusat maupun daerah untuk memadamkan titik api agar langit Palembang kembali bersih dari polusi asap. Melansir laporan dari chapnews.id.


