Ads - After Header

Padang Terendam Banjir Belasan Warga Terjebak

Ahmad Dewatara

Chapnews.id – Hujan deras yang mengguyur Kota Padang, Sumatera Barat, sejak Sabtu siang, memicu bencana banjir yang melanda sejumlah titik pemukiman warga. Intensitas hujan yang tinggi mengakibatkan debit air meningkat drastis, menyebabkan belasan orang dilaporkan terjebak di dalam rumah mereka dan sangat membutuhkan bantuan evakuasi segera.

Bencana ini kembali menghantam kawasan perumahan elit Luminpark yang terletak di Lubuk Minturun. Menariknya, kawasan mewah tersebut ternyata memiliki sejarah kelam karena pernah mengalami musibah serupa pada akhir November lalu. Kini, warga di kawasan tersebut harus kembali berjuang menghadapi kepungan air yang masuk ke dalam rumah. Hingga berita ini diturunkan, otoritas setempat belum merilis angka pasti jumlah korban atau warga yang terdampak, mengingat tim penyelamat masih bekerja keras di lapangan untuk mengevakuasi warga yang terjebak.

Padang Terendam Banjir Belasan Warga Terjebak
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Kepala Badan Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Hendri Zulviton, mengonfirmasi bahwa titik terparah dari bencana banjir bandang kali ini terkonsentrasi di dua wilayah utama, yakni Kecamatan Kuranji dan Kecamatan Koto Tangah.

"Berdasarkan laporan yang kami terima, dampak paling signifikan terjadi di dua kecamatan tersebut, yaitu Kuranji dan Koto Tangah," ujar Hendri saat memberikan keterangan kepada awak media.

Secara lebih spesifik, Hendri menjelaskan bahwa di wilayah Kecamatan Kuranji, kawasan Guo Lapau Munggu menjadi titik yang paling terdampak parah. Sementara itu, di wilayah Kecamatan Koto Tangah, banjir besar melanda kawasan Luminpark dan Kampung Apa. Meskipun banjir juga menyentuh beberapa wilayah lain, namun intensitas dan ketinggian air di lokasi-lokasi tersebut jauh lebih mengkhawatirkan.

"Fokus utama tim kami saat ini adalah melakukan operasi penyelamatan dan evakuasi terhadap warga yang terdampak. Prioritas kami adalah memastikan keselamatan masyarakat terlebih dahulu," tegas Hendri.

Berdasarkan pantauan di lapangan, ketinggian air yang cukup tinggi telah melumpuhkan berbagai akses transportasi di Kota Padang. Salah satu titik kemacetan parah terjadi di jalur By Pass, tepatnya di depan Rumah Sakit Siti Rahma. Di lokasi tersebut, genangan air sudah terlalu tinggi sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas sama sekali.

Kondisi serupa juga terlihat di area depan pemakaman umum Tunggul Hitam. Kendaraan yang mencoba menerobos genangan terjebak, yang kemudian memicu antrean panjang kemacetan di sepanjang jalan utama.

Situasi mencekam juga terekam dalam sejumlah video amatir yang beredar di media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat beberapa warga yang terpaksa menyelamatkan diri dengan naik ke lantai atas atau loteng rumah mereka karena air terus merangkak naik. Mereka terlihat panik dan sangat mengharapkan kehadiran tim SAR untuk menjemput mereka dari kepungan banjir.

Hingga pukul 19.00 WIB, cuaca di Kota Padang dilaporkan masih diguyur hujan, meskipun di beberapa titik intensitasnya mulai sedikit mereda. Tim gabungan terus bersiaga mengantisipasi adanya kenaikan debit air susulan. Melansir informasi dari chapnews.id, warga diimbau untuk tetap waspada dan segera mengungsi jika ketinggian air terus meningkat.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer