Chapnews.id – Kota Padang kembali dihantam bencana alam yang mencekam. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut memicu banjir bandang yang merendam sejumlah pemukiman warga pada Sabtu (10/10) malam. Situasi ini memaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang untuk bergerak cepat melakukan operasi penyelamatan di tengah kondisi cuaca yang belum menentu.
Hingga berita ini diturunkan, tim evakuasi masih berjuang di lapangan untuk menyelamatkan warga yang terjebak di dalam rumah mereka. Kepala Badan Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menegaskan bahwa prioritas utama petugas saat ini adalah memastikan keselamatan nyawa warga yang masih terisolasi oleh luapan air.

"Fokus utama kami saat ini adalah melakukan evakuasi terhadap warga yang masih terjebak," ujar Hendri saat memberikan keterangan resmi terkait situasi darurat tersebut.
Berdasarkan laporan terkini dari tim di lapangan, belasan warga dilaporkan masih belum berhasil dievakuasi karena derasnya arus dan tingginya permukaan air. Hendri merinci bahwa terdapat dua wilayah yang mengalami dampak paling destruktif akibat bencana ini, yakni Kecamatan Kuranji dan Kecamatan Koto Tangah.
Di wilayah Kecamatan Kuranji, titik kerusakan dan genangan terdalam terpantau berada di kawasan Guo Lapau Munggu. Sementara itu, di Kecamatan Koto Tangah, dampak banjir bandang sangat terasa di area Lumin Park dan Kampung Apa. Meski banjir juga menyentuh beberapa titik lain, kedua lokasi tersebut menjadi pusat perhatian karena skala kerusakannya yang cukup masif.
Salah satu lokasi yang menjadi sorotan adalah kompleks perumahan mewah Luminpark di Lubuk Minturun. Kawasan ini kembali menjadi korban setelah sebelumnya pernah mengalami musibah serupa pada akhir November lalu. Meski demikian, hingga saat ini pihak berwenang belum bisa merilis angka pasti mengenai jumlah korban jiwa maupun luka-luka, mengingat proses evakuasi masih berlangsung secara intensif hingga larut malam.
Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi yang cukup memprihatinkan. Ketinggian air yang belum surut telah melumpuhkan jalur transportasi utama di Kota Padang. Di kawasan By Pass, tepatnya di depan Rumah Sakit Siti Rahma, akses jalan tertutup total oleh genangan air yang tinggi sehingga tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.
Kondisi serupa juga terjadi di depan pemakaman umum Tunggul Hitam. Akibat genangan air yang menutup badan jalan, arus lalu lintas mengalami kemacetan panjang karena kendaraan terpaksa berhenti atau mencari jalur alternatif yang jauh lebih memutar. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan dan selalu mengikuti instruksi dari petugas BPBD di lapangan. Melansir laporan dari chapnews.id, situasi di lokasi kejadian masih terus dipantau secara berkala.

