Ads - After Header

Program Makan Gratis Dongkrak Absensi Siswa

Ahmad Dewatara

Chapnews.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah ternyata memberikan dampak positif yang tidak hanya menyasar pada kesehatan fisik, tetapi juga kedisiplinan siswa di sekolah. Berdasarkan temuan terbaru dari Dewan Ekonomi Nasional (DEN), terdapat korelasi kuat antara pemberian makan siang bergizi dengan tingkat kehadiran siswa di kelas.

Anggota DEN, Firman Hidayat, mengungkapkan bahwa siswa yang rutin mendapatkan program MBG cenderung memiliki catatan absensi yang jauh lebih baik dibandingkan dengan rekan-rekan mereka yang tidak menerima program tersebut. Fenomena ini menjadi angin segar bagi upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui jalur pendidikan.

Program Makan Gratis Dongkrak Absensi Siswa
Gambar Istimewa : img.okezone.com

"Kami menemukan fakta yang sangat menarik di lapangan. Jika kita membandingkan tingkat kehadiran, siswa penerima MBG jauh lebih rajin masuk sekolah daripada mereka yang bukan penerima. Bahkan, perbedaan atau gap ini terlihat sangat mencolok, terutama pada kelompok masyarakat dengan tingkat ekonomi paling rendah atau berada di desil 1," ujar Firman saat memberikan keterangan usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Selasa malam.

Data menunjukkan bahwa bantuan pangan ini menjadi insentif tidak langsung bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera untuk tetap hadir di sekolah. Firman menambahkan bahwa intensitas pemberian makanan juga berpengaruh. Semakin rutin seorang siswa mendapatkan asupan bergizi di sekolah, maka semakin kecil kemungkinan mereka untuk bolos atau absen.

"Ada pola yang terlihat jelas. Ketika seorang siswa tidak menerima MBG, mereka cenderung lebih sering absen. Sebaliknya, penerima MBG relatif lebih konsisten hadir di sekolah. Menariknya, semakin tinggi frekuensi mereka menerima makan siang di sekolah, semakin rendah tingkat ketidakhadiran mereka. Ini adalah indikator positif bagi keberlanjutan program ini," lanjutnya.

Hasil studi mendalam ini bukan sekadar asumsi, melainkan berdasarkan data valid yang dikumpulkan melalui modul khusus dalam Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas). Proyek riset ini merupakan kolaborasi antara DEN, Badan Pusat Statistik (BPS), serta sejumlah lembaga terkait lainnya yang telah berjalan sejak September 2025.

Survei berskala nasional yang mencakup seluruh wilayah Indonesia ini dirancang untuk memotret dampak nyata program MBG dari berbagai sisi. Selain mengukur tingkat kehadiran, penelitian ini juga menyoroti bagaimana program tersebut memengaruhi semangat belajar siswa serta bagaimana tingkat rasa lapar mereka selama mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Selain urusan absensi, DEN juga mencatat adanya peningkatan motivasi dan semangat belajar pada siswa setelah program ini berjalan. Namun, Firman memberikan catatan penting bahwa manfaat psikologis dan edukatif ini sangat bergantung pada standar nutrisi yang diberikan. Kualitas makanan yang disajikan harus tetap terjaga agar tujuan utama untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui gizi yang baik dapat tercapai secara maksimal. Melalui laporan ini, pemerintah diharapkan dapat terus mengevaluasi dan meningkatkan kualitas distribusi pangan agar dampak positif ini dapat dirasakan secara merata di seluruh pelosok negeri.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer