Chapnews.id – Sebuah pemandangan menyayat hati terjadi di tengah kobaran api yang melanda kawasan hutan di Kalimantan Tengah. Di tengah kepungan asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), seekor induk orang utan bernama Gadis menunjukkan naluri keibuannya yang luar biasa. Meski dalam kondisi terluka parah dan terjebak jerat, Gadis tetap bertahan demi melindungi bayinya, Garis, yang baru berusia 10 bulan.
Peristiwa dramatis ini terjadi di Desa Kandan, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah. Tim penyelamat yang terdiri dari berbagai pihak harus berjuang menembus medan yang sulit dan kondisi lingkungan yang tidak bersahabat untuk mengevakuasi kedua satwa primata tersebut pada Jumat dini hari.

Gadis, yang diperkirakan telah berusia 25 tahun, ditemukan dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Bukan hanya karena ancaman api yang mengepung habitatnya, tetapi ia juga menjadi korban tindakan manusia. Petugas menemukan tali melilit erat di kedua pergelangan tangan Gadis, yang diduga kuat merupakan jerat yang biasa digunakan pemburu untuk menangkap babi hutan. Luka akibat lilitan tali tersebut cukup dalam dan memerlukan penanganan medis segera.
Muriansyah, petugas dari BKSDA Pos Sampit, mengungkapkan bahwa informasi mengenai keberadaan Gadis dan Garis pertama kali didapatkan dari seorang aktivis lingkungan bernama Awil. Sebelumnya, petugas sebenarnya sudah sempat melakukan observasi pada pertengahan Oktober lalu, namun saat itu kedua orang utan tersebut belum berhasil ditemukan.
"Setelah menerima informasi terbaru, kami berkoordinasi dengan warga setempat untuk memastikan pergerakan mereka. Pemantauan dilakukan secara intensif agar tim penyelamat bisa segera bergerak ke lokasi," ujar Muriansyah dalam keterangannya.
Proses evakuasi ini merupakan operasi gabungan yang melibatkan Wildlife Rescue Unit (WRU) Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah II, tim dari Orangutan Foundation International (OFI), aktivis lingkungan, hingga bantuan dari Polda Kalimantan Tengah dan Polres Kotim. Tim akhirnya tiba di lokasi sekitar pukul 01.00 WIB untuk melakukan penyelamatan di tengah situasi darurat karhutla.
Kebakaran yang melanda wilayah tersebut tidak hanya mengancam nyawa satwa, tetapi juga merambah ke area perkebunan karet milik warga. Hal ini membuat ruang gerak satwa liar semakin sempit, memaksa mereka mencari perlindungan di area yang tersisa, yang sayangnya sering kali berdekatan dengan aktivitas manusia.
Keberhasilan penyelamatan Gadis dan Garis menjadi catatan penting bagi upaya konservasi di Kotim. Gadis dan Garis tercatat sebagai individu orang utan kelima dan keenam yang berhasil diselamatkan selama masa tanggap darurat bencana karhutla di wilayah tersebut. Melalui laporan ini, pihak berwenang kembali mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan berbahaya terhadap satwa dilindungi dan segera melaporkan jika menemukan keberadaan mereka di alam liar.


