Chapnews.id – Insiden mengerikan terjadi di kawasan padat lalu lintas Jakarta Selatan, tepatnya di Jalan Panglima Polim, Kebayoran Baru. Sebuah mobil listrik asal China, BYD Atto 3, dilaporkan kehilangan kendali hingga menyebabkan kecelakaan beruntun yang melibatkan banyak kendaraan dan mengakibatkan seorang pengemudi ojek online (ojol) mengalami luka serius.
Peristiwa yang terjadi pada Jumat sore (23/10) sekitar pukul 16.48 WIB tersebut mendadak viral dan memicu kekhawatiran pengguna jalan. Mobil listrik dengan nomor polisi B-1220-KDP tersebut dikemudikan oleh seorang pria berinisial S (46). Menurut keterangan pihak kepolisian, kecelakaan bermula saat kendaraan tersebut melaju dari arah selatan menuju utara.

Kasi Laka Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Kharisma Arbita Bangsa, menjelaskan bahwa kecelakaan dipicu oleh hilangnya konsentrasi pengemudi. Mobil BYD tersebut pertama kali menghantam sebuah mobil Honda Brio yang sedang melaju di arah yang sama. Benturan pertama ini membuat kendaraan listrik tersebut oleng dan tidak lagi berada dalam kendali pengemudi.
Kondisi semakin mencekam saat mobil BYD tersebut menyapu kendaraan lain di sekitarnya. Setelah menabrak Brio, mobil tersebut menghantam sepeda motor Honda Beat yang dikendarai oleh seorang pengemudi ojol berinisial HS. Tak berhenti di situ, mobil tersebut juga menabrak sebuah mobil Wuling yang sedang berhenti di sisi kiri jalan.
"Mobil tersebut kemudian naik ke atas trotoar dan terus melaju hingga menghantam dua unit mobil lainnya, yakni Honda Mobilio dan Toyota Navi, yang saat itu sedang dalam posisi parkir di depan Hotel Amaris," ujar Kompol Kharisma dalam keterangannya yang dikutip dari chapnews.id, Sabtu (24/10).
Dampak dari kecelakaan beruntun ini sangat fatal bagi korban jiwa. Pengemudi ojek online, HS, dilaporkan mengalami luka-luka yang cukup parah. Berdasarkan pemeriksaan medis awal, korban mengalami patah tulang pada bagian kaki kiri serta luka lecet di beberapa bagian tubuh lainnya. Korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Fatmawati untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Selain menyebabkan korban luka, insiden ini juga menimbulkan kerugian materiil yang cukup besar akibat kerusakan pada lima kendaraan yang terlibat. Hingga saat ini, pihak kepolisian dari Ditlantas Polda Metro Jaya masih melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Apakah insiden ini murni karena kelalaian manusia (human error) atau ada faktor teknis pada kendaraan listrik tersebut? Polisi masih mengumpulkan bukti-bukti di lapangan untuk menjawab pertanyaan tersebut. Masyarakat pun diimbau untuk selalu waspada dan menjaga konsentrasi saat berkendara, terutama di area padat seperti kawasan Blok M.


