Chapnews.id – Dinamika kabinet pemerintahan terbaru kini tengah menjadi sorotan tajam masyarakat. Sebuah survei terbaru yang dirilis oleh lembaga Indonesia Political Opinion (IPO) mengungkap potret kinerja para menteri di mata publik. Hasilnya menunjukkan adanya jurang perbedaan yang cukup kontras antara menteri yang dianggap berprestasi dengan mereka yang dinilai gagal memenuhi ekspektasi masyarakat.
Dalam survei tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman muncul sebagai sosok yang paling diapresiasi oleh responden. Amran berhasil memimpin daftar menteri dengan kinerja terbaik dengan perolehan suara mencapai 33 persen. Keberhasilan Amran dalam mengelola sektor pertanian tampaknya memberikan kesan positif yang mendalam bagi masyarakat yang disurvei.

Menyusul di posisi berikutnya, terdapat Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang meraih 25,2 persen. Tak jauh berbeda, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan juga mencatatkan angka yang cukup kompetitif dengan 24,5 persen. Nama-nama besar lainnya seperti Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (21,8 persen) dan Menteri Kebudayaan Fadli Zon (20,5 persen) juga masuk dalam jajaran menteri dengan penilaian positif.
Namun, di balik prestasi beberapa menteri, terdapat catatan merah bagi sejumlah pejabat lainnya. Survei IPO juga menanyakan siapa menteri yang dianggap memiliki kinerja paling buruk. Dalam kategori ini, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni berada di posisi teratas dengan angka yang cukup mencolok, yakni 36,6 persen. Hal ini menunjukkan adanya ketidakpuasan publik yang signifikan terhadap pengelolaan sektor kehutanan saat ini.
Selain Raja Juli, Menteri HAM Natalius Pigai juga mendapatkan sorotan negatif dengan perolehan 21,8 persen, disusul oleh Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo sebesar 9,4 persen. Menariknya, dalam survei mengenai kinerja buruk ini, terdapat sekitar 32,5 persen responden yang memilih untuk tidak menjawab atau menyatakan tidak tahu.
Selain mengukur kinerja, survei ini juga memotret tingkat popularitas atau sejauh mana masyarakat mengenal wajah-wajah baru di kabinet. Hasilnya cukup mengejutkan, di mana banyak menteri yang namanya masih asing di telinga masyarakat. Menteri Transmigrasi Iftitah Suryanegara menjadi sosok yang paling jarang didengar namanya oleh responden, dengan angka mencapai 82,5 persen.
Nama lain yang juga minim pengenalan publik adalah Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifatul Choiry, dengan angka 79,2 persen. Fenomena ini mengindikasikan bahwa meskipun para menteri memiliki tanggung jawab besar, komunikasi publik dan visibilitas mereka di tengah masyarakat masih perlu ditingkatkan.
Survei IPO ini dilakukan pada periode 12 hingga 20 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.200 responden melalui metode multistage random sampling. Dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sebesar ±2,9 persen, hasil ini dapat menjadi bahan evaluasi penting bagi pemerintah dalam menjalankan roda kepemimpinan ke depan. Melansir laporan dari chapnews.id, hasil survei ini diharapkan menjadi cermin bagi para menteri untuk terus memperbaiki kinerja dan memperkuat kehadiran mereka di tengah masyarakat.

