Ads - After Header

Potensi Besar Hiburan Digital Indonesia

Ahmad Dewatara

Chapnews.id – Sektor hiburan digital di Indonesia tengah bersiap menghadapi era keemasan baru. Berdasarkan proyeksi ekonomi terbaru, industri ini diperkirakan akan menembus angka fantastis sebesar USD4,4 miliar pada tahun 2030 mendatang. Dengan laju pertumbuhan rata-rata tahunan yang mencapai 14,9 persen, pasar digital tanah air kini menjadi magnet yang sangat menjanjikan bagi para pelaku industri kreatif.

Menyambut gelombang pertumbuhan tersebut, PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) mengambil langkah strategis untuk memperkuat posisinya. Salah satu fokus utama perusahaan adalah melakukan ekspansi pada lini bisnis hiburan berbasis video pendek melalui platform microdrama bernama V+Short. Langkah ini diambil untuk menangkap peluang konsumsi konten digital yang semakin masif di kalangan masyarakat.

Potensi Besar Hiburan Digital Indonesia
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Chief Operating Officer (COO) MSIN, Ronny Wilimas Sugiadha, mengungkapkan bahwa tren positif ini tidak terjadi tanpa alasan. Menurutnya, terdapat tiga faktor utama yang menjadi motor penggerak industri hiburan digital di Indonesia, yakni penetrasi teknologi digital yang semakin luas, pertumbuhan jumlah populasi, serta peningkatan pendapatan masyarakat secara umum.

Ronny memaparkan data menarik terkait kondisi ekonomi nasional. Ia memprediksi bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita Indonesia akan mengalami lonjakan signifikan, dari kisaran US$5.000 pada tahun 2025 menjadi lebih dari US$7.000 pada tahun 2030. Kenaikan daya beli ini dipastikan akan berdampak langsung pada peningkatan pengeluaran masyarakat untuk kebutuhan hiburan berbasis layar.

Menariknya, masyarakat Indonesia saat ini tercatat memiliki kecenderungan konsumsi hiburan digital yang sangat tinggi. Data menunjukkan bahwa masyarakat mengalokasikan sekitar 1,8 persen dari PDB per kapita mereka khusus untuk hiburan berbasis layar (screen-based entertainment). Angka ini bahkan melampaui tingkat konsumsi di negara-negara besar seperti Amerika Serikat yang berada di angka 1,5 persen, serta China yang sebesar 1 persen.

"Kondisi ini membuktikan bahwa konsumsi hiburan digital bukan lagi sekadar pengisi waktu luang, melainkan telah bertransformasi menjadi bagian integral dari gaya hidup masyarakat Indonesia," ujar Ronny dalam acara Public Expose Insidentil MSIN yang berlangsung pada Senin (26/10/2026).

Meski menunjukkan angka konsumsi yang tinggi, Ronny juga menyoroti adanya celah keuntungan yang sangat lebar. Ia menilai ruang monetisasi di Indonesia masih sangat terbuka luas. Hal ini dikarenakan rata-rata pendapatan per pengguna atau average revenue per user (ARPU) untuk layanan hiburan digital di Indonesia saat ini masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga di kawasan Asia.

Dengan ekosistem digital yang semakin matang dan daya beli yang terus merangkak naik, MSIN optimistis dapat mengoptimalkan potensi pendapatan tersebut. Peluang besar ini diharapkan dapat mengubah lanskap industri hiburan digital nasional menjadi lebih kompetitif dan menguntungkan di masa depan.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer