Ads - After Header

Indodax Kena Serangan Siber Nasabah Panik

Ahmad Dewatara

Chapnews.id – Dunia aset kripto di Indonesia sempat diguncang kabar miring menyusul adanya indikasi serangan siber yang menargetkan salah satu bursa kripto terbesar di tanah air, Indodax. Insiden ini sempat memicu kekhawatiran di kalangan investor mengenai keamanan dana dan data pribadi mereka yang tersimpan di platform tersebut. Namun, setelah melalui proses investigasi mendalam, pihak manajemen akhirnya memberikan klarifikasi resmi mengenai kondisi terkini aset para pengguna.

Berdasarkan laporan terbaru, Indodax mengonfirmasi bahwa mereka sempat mendeteksi adanya anomali atau aktivitas tidak wajar pada sistem mereka pada tanggal 29 Oktober 2026. Deteksi dini ini menjadi alarm bagi tim keamanan siber perusahaan untuk segera mengambil langkah-langkah darurat guna mencegah dampak yang lebih luas.

Indodax Kena Serangan Siber Nasabah Panik
Gambar Istimewa : img.okezone.com

CEO Indodax, William Sutanto, mengungkapkan bahwa tim teknis mereka menemukan indikasi aktivitas mencurigakan yang berpotensi mengancam integritas sistem. Sebagai langkah pencegahan yang paling ekstrem, perusahaan memutuskan untuk mengambil kebijakan konservatif dengan menghentikan sementara seluruh layanan deposit dan penarikan (withdrawal). Langkah ini diambil agar tim keamanan memiliki ruang gerak yang luas untuk melakukan investigasi menyeluruh tanpa adanya gangguan transaksi yang masuk atau keluar.

"Pendekatan yang kami lakukan adalah sekonservatif mungkin. Ketika melihat potensi anomali, kami memilih menghentikan sementara layanan terkait terlebih dahulu agar tim dapat melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Prioritas kami sejak awal adalah memastikan aset dan data member tetap aman sebelum layanan kembali dibuka," ujar William dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (1/11/2026).

Selama masa penanggulangan, tim ahli keamanan Indodax melakukan evaluasi ketat terhadap infrastruktur utama perusahaan, mulai dari sistem perdagangan (trading), dompet digital (wallet), hingga keamanan akun pengguna. Hasil dari evaluasi mendalam tersebut menunjukkan hasil yang melegakan. Pihak Indodax memastikan tidak ditemukan adanya kehilangan aset, tidak ada transfer dana secara tidak sah, dan yang paling penting, tidak ada kebocoran data milik member.

"Potensi ancaman telah berhasil dinetralisir. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa aktivitas yang terdeteksi tidak berkembang menjadi transaksi maupun perpindahan aset secara tidak sah," tambah William.

Setelah melalui proses perbaikan, asesmen, dan verifikasi keamanan yang sangat ketat, Indodax akhirnya mulai mengaktifkan kembali layanan mereka secara bertahap. Proses pembukaan layanan ini dimulai pada Sabtu, 31 Oktober 2026, mulai pukul 14.00 WIB. Pembukaan dilakukan secara bertahap untuk memastikan setiap fungsi dalam platform berjalan sesuai dengan standar keamanan tertinggi sebelum akhirnya beroperasi secara penuh kembali.

Bagi para investor, kejadian ini menjadi pengingat penting akan pentingnya keamanan siber di industri aset digital. Meskipun dalam kasus ini dana nasabah dinyatakan aman, kewaspadaan terhadap ancaman siber di dunia kripto memang harus tetap menjadi prioritas utama bagi setiap platform bursa maupun pengguna individu.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer