Ads - After Header

IHSG Melaju Kencang Tembus Level Psikologis

Ahmad Dewatara

Chapnews.id – Pasar modal Indonesia menunjukkan performa yang sangat positif pada penutupan perdagangan terbaru. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatatkan reli yang signifikan dengan bergerak ke zona hijau. Berdasarkan data pasar, indeks saham utama Indonesia ini melonjak sebesar 0,83 persen dan berhasil mendarat di level 5.099.

Keberhasilan IHSG untuk kembali menguat ini tidak berdiri sendiri. Tren positif tersebut juga diikuti oleh mayoritas indeks saham lainnya yang turut menunjukkan performa gemilang. Indeks LQ45, yang menjadi acuan saham-saham berkapitalisasi besar dan likuid, tercatat naik 0,52 persen ke posisi 517,853. Tren penguatan serupa juga terlihat pada indeks IDXLQ45LCL yang merangkak naik 0,72 persen ke level 72,753.

IHSG Melaju Kencang Tembus Level Psikologis
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Tak ketinggalan, indeks IDX30 juga menunjukkan geliat positif dengan kenaikan 0,50 persen ke angka 291,262. Sementara itu, indeks IDX80 mencatatkan persentase kenaikan yang cukup tinggi, yakni sebesar 0,87 persen ke level 75,935. Dominasi penguatan di berbagai lini indeks ini memberikan sinyal optimisme bagi para pelaku pasar di tanah air.

Menanggapi dinamika pasar yang sedang bergairah ini, pengamat pasar modal dari PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Brigita Kinari, memberikan pandangannya. Menurutnya, arah pergerakan IHSG ke depan akan sangat ditentukan oleh kemampuan indeks untuk tetap kokoh menjaga level psikologis di angka 5.000. Angka tersebut menjadi titik krusial bagi kepercayaan investor dalam menentukan langkah investasi mereka selanjutnya.

Brigita menjelaskan bahwa pada pekan mendatang, para investor diprediksi akan sangat memperhatikan sejumlah agenda ekonomi domestik yang akan dirilis. Beberapa data krusial yang akan menjadi bahan pertimbangan pasar antara lain adalah rilis Manufacturing PMI, laporan neraca perdagangan, angka inflasi, hingga data pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga tahun 2026. Selain itu, rilis data cadangan devisa serta indeks harga rumah juga akan menjadi katalis penting yang memengaruhi sentimen pasar.

Secara teknikal, Brigita memetakan bahwa IHSG memiliki area dukungan atau support di kisaran 4.915 hingga 5.012. Di sisi lain, indeks ini memiliki tantangan untuk menembus area resistansi yang berada pada rentang 5.328 hingga 5.460.

Dalam skenario optimis, jika IHSG mampu mempertahankan posisinya di atas level psikologis 5.000, maka indeks diperkirakan akan bergerak konsolidatif dalam rentang 5.000 hingga 5.200. Namun, para pelaku pasar tetap harus waspada. Jika IHSG gagal bertahan dan justru ditutup di bawah level 5.000, maka risiko pelemahan menuju area 4.900 akan terbuka lebar, yang berpotensi memicu koreksi pasar yang lebih dalam. Melansir informasi dari chapnews.id, para investor disarankan untuk tetap memperhatikan volatilitas pasar menjelang rilis data ekonomi penting tersebut.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer